BATU, RADAR BATU - Pelemahan daya beli masyarakat mendorong pelaku usaha pariwisata di Kota Batu mengubah strategi bisnis.
Alih-alih mengandalkan tarif normal, pengelola destinasi hingga perhotelan kini mulai menawarkan paket wisata hemat dan berbagai promo diskon untuk mempertahankan jumlah kunjungan.
Pengamat Ekonomi Pariwisata Politeknik Negeri Malang (Polinema), Aang Afandi, menilai kondisi ekonomi saat ini menuntut pelaku industri lebih adaptif terhadap perilaku konsumen yang semakin sensitif terhadap harga.
BACA JUGA: Laga Pembuka Diwarnai 3 Kartu Merah, Meksiko Tekuk Afrika Selatan 2-0
Menurutnya, pengelola destinasi perlu berani mendesain ulang model bisnis, termasuk menyesuaikan harga tiket masuk agar lebih kompetitif di tengah persaingan antardaerah wisata.
“Menawarkan promo diskon hingga 20 persen saat ini jauh lebih menarik bagi wisatawan dibanding mempertahankan harga normal,” ujarnya.
Aang menilai strategi tersebut dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menjaga arus kunjungan sekaligus mempertahankan perputaran ekonomi sektor pariwisata yang terdampak tekanan inflasi.
BACA JUGA: Bobol Tiga Brankas Emas Senilai Rp 200 Juta Milik Warga Kota Batu, Dua Terdakwa Diadili
Di sisi lain, Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu juga mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan minat wisatawan.
Kepala Bidang Pemasaran Disparta Kota Batu Farida Anifah menyebut promosi digital menjadi salah satu fokus utama melalui kerja sama dengan influencer yang memiliki jangkauan audiens luas.
Selain itu, pemerintah juga mengandalkan penyelenggaraan berbagai agenda rutin seperti festival paralayang internasional dan kegiatan budaya lokal untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kota Batu.
BACA JUGA: Dua Tim Debutan Kecil Siap Tantang Jerman dan Spanyol di Piala Dunia 2026
Farida menambahkan, pihaknya juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pengelola destinasi wisata, pelaku perhotelan, dan komunitas kreatif agar mampu menghadirkan paket wisata yang lebih menarik tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Langkah serupa mulai diterapkan pelaku industri. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan sejumlah paket bundling lintas destinasi dan akomodasi telah dipasarkan sebagai upaya menyesuaikan kebutuhan pasar yang kini lebih mengutamakan efisiensi biaya. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan