Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pelaku Usaha Sektor Pariwisata Obral Paket Hemat, Jaringan Kereta Api Mulai Dilirik untuk Urai Kemacetan

Rori Dinanda Bestari • Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:00 WIB

 

Grafis data sektor pariwisata terapkan diskon demi menggaet pengunjung.
Grafis data sektor pariwisata terapkan diskon demi menggaet pengunjung.

 

“Kolaborasi berbasis transportasi ini adalah kunci memenangkan pasar saat ekonomi sulit. Jika manajemen wisata mau duduk bersama dan bergerak selaras, Kota Batu dipastikan mampu bertahan.”

 

Sujud Hariadi, Ketua PHRI Kota Batu

BATU, RADAR BATU - Penurunan daya beli masyarakat akibat tekanan inflasi memaksa industri pariwisata Kota Batu menyudahi ego sektoral demi menjaga roda bisnis tetap berputar. Menyiasati kelesuan ekonomi sepanjang pertengahan tahun ini, para pelaku usaha di kota wisata ini sepakat meluncurkan strategi diskon massal serta paket wisata ekonomis terintegrasi.

Langkah ini diambil untuk menjaring segmen wisatawan berdompet tipis yang kini mendominasi pasar domestik. Pengamat Ekonomi Pariwisata Politeknik Negeri Malang (Polinema) Aang Afandi menegaskan kunci bertahan terletak pada kemampuan memetakan pasar yang sensitif harga.

BACA JUGA: Kunci Lolos Wawancara: Begini Cara Menghadapi Interview Kerja agar Lebih Percaya Diri

“Manajemen wisata menurutnya harus berani meredesain model bisnis, termasuk meninjau ulang harga tiket masuk. Menawarkan promo diskon hingga 20 persen saat ini jauh lebih menarik,” kata Aang. Dia mengusulkan terobosan berupa paket wisata domestik yang terintegrasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Mengingat luasnya jaringan rel di Jawa Timur, potensi paket all-in yang mencakup transportasi, hotel, hingga restoran sangat menjanjikan. Skema konkretnya bisa berupa penyediaan shuttle khusus dari stasiun menuju destinasi di Kota Batu. “Ini bukan sekadar solusi jangka pendek, tapi bisa membantu pemerintah mengurai titik kemacetan,” ujarnya.

BACA JUGA: Bediding Datang Lagi, Ini Wilayah di Malang Raya yang Suhunya Paling Dingin

Ia juga mengingatkan hotel melati untuk tetap menjaga tarif agar tetap terjangkau. Peluang dari pergeseran tren ini juga ditangkap Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu. Kabid Pemasaran Disparta Kota Batu Farida Anifah menyiapkan tiga strategi utama untuk mendongkrak kunjungan.

Pertama, optimalisasi promosi digital menggunakan jasa influencer bermassa besar. Kedua, menggenjot ajang rutin seperti festival paralayang internasional dan budaya lokal untuk memperpanjang durasi tinggal wisatawan. “Ketiga, kami mendorong kolaborasi erat antara pengelola destinasi, perhotelan, dan komunitas kreatif,” tutur Farida.

Sinergi ini menuntut para pelaku usaha untuk berani duduk bersama demi melahirkan paket ramah kantong tanpa menurunkan kualitas layanan. Gayung bersambut, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi menyatakan penjualan paket bundling sudah mulai berjalan.

BACA JUGA: SPMB SMP Kota Batu 2026 Diklaim Bebas Titipan, Seluruh Proses Dilakukan Daring

Salah satunya melalui Tourism Service Center milik Jawa Timur Park Group. Di pusat layanan itu, wisatawan disodori paket komplit lintas destinasi dan akomodasi dengan variasi harga fleksibel. “Kolaborasi berbasis transportasi ini adalah kunci memenangkan pasar saat ekonomi sulit. Jika bergerak selaras, Kota Batu dipastikan mampu bertahan,” pungkas Sujud. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#paket bundling wisata #strategi diskon massal #wisata batu