BUMIAJI, RADAR BATU - Sengketa kepemilikan lahan yang membelit urat nadi perekonomian tidak membuat daya hidup warga Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji padam. Demi menebus ganti rugi tanah yang telanjur mereka tempati bertahun-tahun, warga secara swadaya membangun pasar kuliner UMKM di samping destinasi wisata Mikutopia.
Langkah ini menjadi jalan keluar untuk mengubah perputaran uang dari kantong wisatawan menjadi pelunas utang sengketa. Subagiyo, salah seorang warga setempat, menyebut pembangunan pusat kuliner ini murni sebagai strategi bertahan hidup. Masyarakat mencoba menangkap ceruk ekonomi dari tingginya volume kunjungan ke Mikutopia.
BACA JUGA: Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
Keuntungan dari perputaran uang di pasar tersebut diproyeksikan menjadi sumber pendapatan utama untuk mencicil kewajiban. “Masyarakat sadar betul lahan yang dihuni ini bukan milik pribadi. Kami berkomitmen penuh mengganti kerugian kepada pemilik sah,” tegas Subagiyo.
Komitmen ketaatan hukum itu bukan sekadar isapan jempol. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, warga secara kooperatif terus mengangsur uang ganti rugi. Proses pelunasan demi menebus sertifikat induk ini bahkan mendapat pengawalan langsung dari Kepala Desa Tulungrejo dan jajaran DPRD Kota Batu.
BACA JUGA: Apa Itu MBKM? Ini Penjelasan dan Program yang Bisa Diikuti Mahasiswa
Guna mempercepat pembebasan lahan, warga kini menggantungkan harapan pada kucuran kredit dari Bank Jatim. Dana tersebut dirancang untuk dua tujuan, yakni suntikan modal usaha UMKM sekaligus pelunasan akhir sengketa tanah kepada pemilik aslinya. Sayangnya, proses pencairan ini masih tersendat.
Birokrasi perbankan mensyaratkan kelengkapan dokumen yang hingga kini belum sepenuhnya dipenuhi oleh seluruh warga. Kepala Desa Tulungrejo Suliono menyoroti hambatan administratif tersebut. Ia mendesak warga yang belum menyetor dokumen untuk segera bertindak agar proses di bank tidak mandek.
BACA JUGA: Pemkot Batu Pertahankan WTP Ke-11 Beruntun, Tata Kelola Keuangan Kembali Dapat Rapor Tertinggi
“Warga memang sangat bersemangat mengangsur. Namun, tanpa kelengkapan berkas, ajuan pinjaman ini tak akan bisa dieksekusi,” urainya. Pria yang akrab disapa Ki Klungsu itu juga berharap kucuran kredit dari perbankan ini dapat segera terealisasi.
Jika modal usaha cair, kapasitas produksi UMKM kuliner diyakini akan melonjak tajam. Ujungnya, sengketa agraria yang membelit warga Junggo selama bertahun-tahun ini dapat dituntaskan segera. (Ramyzard Rafsanjani/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan