Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

56.164 Pelaku Usaha di Kota Batu Sudah Pakai QRIS

Rori Dinanda Bestari • Kamis, 30 April 2026 | 14:14 WIB
PENGGUNA MENINGKAT: Salah satu usaha di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji memasang QRIS beberapa waktu lalu.
PENGGUNA MENINGKAT: Salah satu usaha di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji memasang QRIS beberapa waktu lalu.

BATU, RADAR BATU - Peralihan ke transaksi digital kian masif. Hingga kini, sebanyak 56.164 pelaku usaha di Kota Batu telah menggunakan QRIS. Jumlah ini melonjak dibanding 2024 yang tercatat 44.991 merchant. Dalam setahun, lebih dari 11 ribu pelaku usaha baru yang beralih ke sistem berbasis kode QR.

Lonjakan ini menunjukkan perubahan perilaku pasar. Transaksi tunai mulai ditinggalkan, terutama di sektor wisata. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi menyebut mayoritas pengguna berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Sekitar 70 persen merchant adalah UMKM,” ujarnya.

Baca Juga: QRIS Tembus 11,8 Juta Transaksi di Kota Batu

Karakter Kota Batu sebagai destinasi wisata menjadi pendorong utama. Wisatawan, khususnya generasi muda cenderung memilih transaksi cepat dan praktis melalui ponsel. Dampaknya, sektor kuliner, fesyen, hingga penginapan ikut terdigitalisasi. Fitur QRIS kini menjadi fitur standar dalam layanan.

Di tingkat pelaku usaha, perubahan ini terasa langsung. Yeni Rahmawati, pedagang di Desa Tulungrejo mengaku baru memasang QRIS pekan ini. Ia kerap kehilangan pembeli karena keterbatasan transaksi tunai. “Dulu sering batal karena pembeli tidak bawa uang cash dan enggan cari ATM,” ujarnya.

Baca Juga: Mayoritas QRIS PKL Alun-Alun Kota Wisata Batu Tak Berfungsi

Sejak menggunakan QRIS, transaksi menjadi lebih fleksibel. Pembeli bisa bertransaksi tanpa hambatan. Meski ada potongan biaya administrasi, ia menilai manfaatnya lebih besar. “Lebih baik memberi kemudahan bagi pembeli,” katanya.

Percepatan adopsi QRIS menandai perubahan struktur ekonomi lokal. Kemudahan transaksi menjadi faktor kunci daya saing. Tanpa adaptasi, pelaku usaha berisiko tertinggal di tengah arus digitalisasi yang semakin cepat. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#adaptasi #Fitur QRIS #umkm #kota batu