Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Jelang Idul Fitri, Tren Jual Emas Meningkat di Pasar Among Tani Batu

Aditya Novrian • Selasa, 10 Maret 2026 | 15:25 WIB

 

Karyawan toko emas di Pasar Among Tani melayani konsumen pada Selsa (10/3). (Zanadia Manik Fatimah/Radar Malang)
Karyawan toko emas di Pasar Among Tani melayani konsumen pada Selsa (10/3). (Zanadia Manik Fatimah/Radar Malang)

BATU – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, penjualan perhiasan emas di Pasar Induk Among Tani belum menunjukkan peningkatan berarti. Padahal Lebaran tinggal sekitar sepuluh hari lagi.

Kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, menjelang hari raya masyarakat mulai ramai membeli perhiasan emas. Namun tahun ini aktivitas transaksi justru cenderung stagnan.

Pedagang emas menyebut jumlah warga yang menjual perhiasan saat ini lebih banyak dibandingkan yang membeli. Tren tersebut bahkan sudah terlihat sejak awal Ramadan.

Baca Juga: Voucher Diskon Belanja di Pasar Among Tani Batu Habis Hanya dalam Dua Jam

Salah satu pedagang emas di Pasar Among Tani, Aina Sofi, mengatakan hingga saat ini peningkatan pembelian belum terjadi.

“Kalau pembelian emas masih sama seperti sebelumnya, stagnan dan belum bertambah,” ujarnya.

Menurut Aina, sekitar 60 hingga 65 persen transaksi yang terjadi saat ini didominasi warga yang menjual perhiasan mereka. Sementara transaksi pembelian hanya berkisar 35 hingga 40 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas jual beli emas menjelang Lebaran lebih banyak dipicu oleh masyarakat yang melepas perhiasan mereka.

Aina menilai perubahan pola tersebut dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Jika sebelumnya emas sering dijadikan simbol penampilan saat Lebaran, kini banyak warga memilih memprioritaskan kebutuhan lain yang dianggap lebih penting.

Baca Juga: Tren Penjualan Perhiasan Emas di Pasar Induk Among Tani Batu Terus Meningkat

“Makanya angka penjualan emas dari masyarakat juga masih tinggi,” tambahnya.

Di sisi lain, harga emas perhiasan di tokonya juga belum mengalami kenaikan signifikan. Saat ini harga emas perhiasan masih berkisar Rp 1,2 juta hingga Rp 1,3 juta per gram, tergantung kadar karatnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung pasar, Laila, mengaku kini lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibanding membeli perhiasan.

“Kalau tidak membeli perhiasan juga tidak masalah. Kondisi sekarang lebih baik menabung,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian masyarakat kini lebih memilih menyimpan nilai kekayaan dalam bentuk emas batangan atau uang tunai karena dinilai lebih fleksibel.

Penulis: Zanadia Manik Fatimah

Editor : Aditya Novrian
#lebaran #emas