Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Panen Wortel di Kota Batu Juli Lalu Meningkat 16,26 Kuintal

Fajar Andre Setiawan • Senin, 25 Agustus 2025 | 16:35 WIB

 

SEGAR: Hasil panen wortel asal Kota Batu dijajakan di Pasar Induk Among Tani kemarin (24/8).
SEGAR: Hasil panen wortel asal Kota Batu dijajakan di Pasar Induk Among Tani kemarin (24/8).

BATU - Produksi wortel di Kota Batu pada Juli lalu meningkat 16,26 kuintal jika dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni lalu produksinya hanya 7.769,28 kuintal. Sedangkan, Juli produksinya sebanyak 7.785,54 kuintal. Produksi wortel tercatat terus mengalami kenaikan sejak Juni lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Heru Yulianto mengatakan produksi wortel sempat anjlok pada Mei lalu. Jumlahnya hanya 7.721,20 kuintal saja. Padahal bulan sebelumnya produksinya menyentuh 7.838,46 kuintal. Heru memperkirakan produksinya akan kembali naik pada Agustus ini.

Mayoritas produksi wortel berasal dari Kecamatan Bumiaji. Bahkan hampir seluruhnya. Sebab, Kecamatan Junrejo sama sekali tidak menghasilkan wortel. Sementara, Kecamatan Batu hanya menyumbang 236,73 kuintal produksi saja. Artinya Kecamatan Bumiaji memproduksi 7.548,81 kuintal wortel sepanjang bulan Juli lalu.

Itu tak lepas dari faktor geografis Kecamatan Bumiaji yang dinilai cocok sebagai lahan pertanian wortel. Sebab, wortel umumnya ditanam di ketinggian antara 1.000 - 1.500 mdpl. Selain itu, struktur tanah yang gembur menjadi poin plus lainnya. “Peningkatan jumlah panen juga ditengarai karena luas lahan panen yang juga meningkat,” ungkapnya.

Pada Juni lalu luas lahan wortel hanya 118,34 hektare dengan luas panen 40,06 hektare. Sedangkan pada Juli lalu luas lahan wortel meningkat menjadi 116,34 hektare dengan luas panen sebesar 40,15 hektare.

Terpisah, salah seorang petani di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Suliyono mengaku memilih menanam wortel sebagai sampingan. Sebelumnya dia fokus bertani apel. Namun, dia beralih ke komoditas lain karena perubahan iklim dan struktur tanah. “Dari sekitar 2.000 meter persegi lahan, 500 meter persegi saya tanami wortel,” terang Suliyono.

Pria yang akrab disapa Yono itu mengungkapkan sejauh ini perawatan wortel cenderung lebih mudah. Cukup dengan pengairan rutin dan sedikit pupuk saja. Itulah potensi gagal panen dari komoditas wortel sangat jarang terjadi. Ditambah masa panennya juga pendek. “Tiga bulan saja sudah siap panen,” pungkasnya. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#wortel #kota batu #panen #DistanKP Batu