BATU - Stok melimpah membuat harga wortel anjlok. Idealnya harga wortel Rp 15 ribu per kilogram. Namun, di pasaran kini harganya hanya Rp 3 ribu saja per kilogram. Kondisi ini kontradiktif dengan beberapa komoditas lain yang mengalami penyusutan produksi. Namun, keduanya sama-sama disebabkan cuaca dan musim hujan panjang.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu Heru Yulianto mengatakan cuaca saat ini baik untuk wortel. Itu lantaran wortel memerlukan hawa dingin yang membuat kualitas dan kuantitasnya meningkat. “Jumlah panen wortel yang terdata saat ini terus meningkat,” ungkapnya.
Produksi wortel pada Februari lalu menyentuh 5.616,58 kuintal. Saat itu per kilogram dibanderol Rp 7,5 ribu. Kemudian, pada Maret stoknya sempat susut menjadi 5.110,89 kuintal. Namun, harganya malah anjlok menjadi Rp 4 ribu per kilogram.
“Saat ini stok wortel yang terdata sebanyak 7.836,46 kuintal,” imbuhnya. Heru menilai wajar jika harganya semakin murah. Mengingat stoknya surplus. Apalagi saat ini kebutuhan wortel cukup stabil. Hanya sebatas memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat saja.
Kendati begitu, harga wortel itu dinilai lebih baik ketimbang tahun sebelumnya. Akhir tahun lalu, harga wortel sempat menyentuh Rp 1,5 ribu per kilogram. Dirinya memprediksi harga wortel akan kembali normal saat memasuki momen high season.
Sebab, saat itu kebutuhan hotel dan restoran akan meningkat. Selaras dengan peningkatan angka kunjungan wisata di Kota Batu.
Dia berharap beberapa momen hari libur bisa membuat kebutuhan pasar terhadap wortel naik signifikan. Salah seorang petani wortel di Desa Tulungrejo Sigit mengungkapkan saat ini kualitas wortel yang dihasilkan relatif baik.
Meski harganya anjlok, dia tetap berusaha menanam wortel lantaran cukup potensial untuk ditanam saat musim pancaroba seperti sekarang. “Paling tidak empat bulan sudah bisa dipanen,” tandasnya. (dre)
Editor : A. Nugroho