Kota Batu Masih Punya Kualitas Air Terbaik di Jatim, Meski Debit Mata Air Terus Menurun

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:30 WIB
MITIGASI BENCANA: Wali Kota Batu Nurochman dan Tim BPBD Kota Batu melakukan susur Sungai Krecek, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji kemarin (31/3).
MITIGASI BENCANA: Wali Kota Batu Nurochman dan Tim BPBD Kota Batu melakukan susur Sungai Krecek, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu.

BATU, RADAR MALANG – Di tengah penurunan debit mata air sekitar 20 persen, Kota Batu masih mencatat kualitas air terbaik di Jawa Timur. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu melaporkan Indeks Kualitas Air (IKA) tahun ini mencapai 71,60, meningkat dibandingkan 63 pada 2023.

Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengatakan kualitas air masih terjaga, namun tekanan terhadap ketersediaan sumber daya air terus meningkat.

DLH mencatat sekitar 61 persen wilayah Kota Batu telah melampaui daya dukung lahannya. Kondisi tersebut dipengaruhi pertumbuhan penduduk, pembangunan kawasan, serta tingginya kebutuhan air untuk sektor pertanian.

Baca Juga: Warga Ambil Alih Penyerahan PSU Tiga Perumahan ke Pemkot Batu - Radar Batu

"Laju pertumbuhan penduduk, pembangunan kawasan, dan kebutuhan air untuk pertanian menjadi faktor yang menekan ketersediaan sumber daya air," ujarnya.

Saat ini Kota Batu memiliki 157 titik mata air berdasarkan pemetaan pemerintah. Meski kualitas air masih baik, pemerintah menilai upaya konservasi kawasan resapan dan pengendalian alih fungsi lahan harus dipercepat agar pasokan air baku tetap terjaga dalam jangka panjang.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Lingkungan Hidup Mata Air Kota Batu Indeks Kualitas Air Kualitas Air dlh kota batu