BATU, RADAR BATU - Kekosongan kursi pimpinan utama di Kota Batu resmi berakhir. Hal itu menyusul kepulangan 226 jemaah haji Kloter 4 kemarin pagi (2/6). Tiba di Balai Kota Among Tani sekitar pukul 08.00, kepulangan rombongan ini sekaligus menandai kembalinya Nurochman untuk mengambil alih penuh kendali pemerintahan daerah.
Ribuan anggota keluarga telah memadati area balai kota sejak selepas subuh guna menanti kedatangan para jemaah. Momen emosional tak terbendung ketika pintu bus terbuka. Lantunan talbiyah mengiringi isak tangis dan sujud syukur ratusan jemaah yang tiba di tanah air tanpa kendala berarti.
BACA JUGA: Teaser A Shop for Killers Season 2 Rilis, Ji An dan Jin Man Siap Balas Dendam kepada Babylon
Di antara kerumunan rombongan haji reguler, tampak Nurochman beserta istrinya, Siti Faujiyah. Kehadiran sosok nomor satu di Kota Batu ini menyedot perhatian publik. Ia memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar. “Kami bersyukur bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan masyarakat Batu dalam kondisi sehat walafiat,” ujarnya.
Momentum spiritual ini secara paralel diiringi oleh transisi politik birokrasi. Jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu resmi dikembalikan. Pucuk pimpinan kembali diserahkan dari Heli Suyanto kepada Nurochman. Pimpinan daerah yang akrab disapa Cak Nur tersebut kini dituntut untuk segera merapikan kembali roda pemerintahan.
BACA JUGA: Belajar dari Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Jangan Tergiur Jalan Pintas Menuju Kesuksesan
Prosesi pengembalian amanah ini berlangsung lugas. Heli secara resmi menyerahkan kembali tongkat estafet kepemimpinan daerah. “Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama sebulan terakhir. Selamat bertugas kembali untuk Bapak Wali Kota Batu,” tegas Heli.
Di sisi lain, Heli melempar pesan analitis terkait esensi ibadah haji bagi pemangku kebijakan dan masyarakat. Ia menegaskan ibadah lintas benua ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan transformasi spiritual total.
“Kemabruran haji tidak boleh berhenti ketika menginjakkan kaki di tanah air. Hal itu harus tecermin secara nyata dalam kehidupan sosial, integritas kerja, dan pelayanan sehari-hari,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan