BATU - Sepanjang Januari hingga Oktober lalu, Kota Batu diterpa 196 kejadian bencana. Tanah longsor menjadi bencana paling dominan. Khususnya di wilayah dataran tinggi dan jalan rawan. Dari total tersebut, tercatat 123 kejadian tanah longsor yang terjadi di tiga kecamatan dengan jumlah peristiwa paling banyak terjadi di Kecamatan Bumiaji.
“Ada 93 bencana yang terjadi di Kecamatan Bumiaji,” ungkap Doddy Faturrachman, Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Kota Batu. Tingginya kejadian bencana di sana berkaitan dengan kondisi geografisnya. Sebab, Bumiaji berada di kawasan pegunungan dan lereng curam. Sementara, Kecamatan Batu mencatat 73 kejadian bencana.
Sedangkan di Kecamatan Junrejo mengalami 30 kejadian bencana. Dari data tersebut, bencana alam mendominasi dengan 186 kejadian. Rinciannya, 21 banjir, 41 cuaca ekstrem, 123 tanah longsor, dan 1 kebakaran hutan dan lahan. Sedangkan 10 kejadian lainnya berupa bencana non alam yakni kebakaran gedung dan permukiman.
Doddy mengatakan kategori cuaca ekstrem mencakup berbagai insiden yang tidak spesifik dikategorikan sebagai bencana tertentu. Namun, tetap berdampak pada keselamatan dan kerusakan lingkungan. Cuaca ekstrem itu bisa pohon tumbang, atap rumah rusak akibat angin kencang, atau hujan.
“Biasanya kejadian seperti pohon tumbang, dahan patah, atau angin kencang kita masukkan sebagai bencana cuaca ekstrem,” jelasnya. Seluruh kejadian bencana tersebut menimbulkan berbagai dampak. Mulai dari korban luka, kerusakan rumah, fasilitas umum, hingga kerugian pada sektor sosial ekonomi dan pelayanan dasar. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho