
BATU, RADAR BATU - Pemerintah Kota Batu mendorong modernisasi pertanian untuk menarik lebih banyak generasi muda menekuni profesi petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu Hendry Suseno mengatakan, pertanian memiliki peluang ekonomi tinggi jika dikelola dengan pendekatan bisnis dan teknologi.
Salah satu teknologi yang mulai dapat diterapkan ialah Internet of Things (IoT). Sistem tersebut memungkinkan aktivitas pertanian dilakukan melalui perangkat yang terhubung internet.
Baca Juga: Regenerasi Petani Masih Minim, Hanya 2.500 dari 18.000 Petani Berusia Muda - Radar Batu
Mulai dari penyiraman, pemberian nutrisi, hingga pemantauan kelembapan lahan dapat dilakukan secara lebih efisien. Kebutuhan tenaga kerja untuk mengelola lahan juga dapat ditekan.
Hendry mencontohkan penggunaan sistem penyiraman otomatis. Air dapat dipompa dari sungai atau sumber air, kemudian dialirkan melalui pipa ke lahan.
“Dengan IoT, petani muda bisa melakukan semuanya sendiri dengan mudah. Sebab, semuanya sudah dilakukan sistem atau disebut smart farming,” ujarnya.
Menurut Hendry, keterbatasan jumlah petani muda tidak otomatis menunjukkan sektor pertanian Kota Batu tertinggal dari sisi teknologi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 13.000 petani telah mampu beradaptasi dengan teknologi pertanian. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk petani lanjut usia.

