Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Smart Integrated Farming Kota Batu Mulai Berbasis Teknologi IoT

R
DIBIDIK NAIK KELAS: Salah seorang petani di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji beraktivitas di kebun beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
DIBIDIK NAIK KELAS: Salah seorang petani di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji beraktivitas di kebun beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Transformasi pertanian konvensional menuju sistem berbasis teknologi mulai didorong Pemkot Batu. Melalui kerja sama dengan akademisi Universitas Brawijaya (UB), kawasan Smart Integrated Farming (SIF) seluas 2,59 hektare bakal dikembangkan menggunakan Internet of Things (IoT).

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, teknologi IoT akan menjadi salah satu tulang punggung pengoperasian kawasan SIF. Berbagai sensor digital dipasang. Tujuannya untuk memantau kondisi tanah, kelembapan udara, hingga kebutuhan nutrisi tanaman. Sensor digital bakal memantau secara real-time melalui sistem terpusat.

Penerapan SIF tidak hanya menyasar digitalisasi budidaya hortikultura. Konsepnya dirancang sebagai ekosistem pertanian terpadu. Mencakup pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan hasil pascapanen, hingga pemasaran. Kawasan percontohan nantinya dibagi menjadi 11 zona terintegrasi.

Limbah dari satu sektor akan diolah kembali untuk mendukung produktivitas sektor lainnya. Menurut Nurochman, modernisasi pertanian penting untuk menjaga keberlanjutan petani lokal. Sebab, laju pembangunan Kota Batu sebagai daerah pariwisata berpotensi menggerus lahan sekaligus minat generasi muda untuk bertani.

Teknologi juga diharapkan mengubah citra pertanian yang selama ini identik dengan pekerjaan tradisional dan menguras tenaga. “Lewat teknologi, bertani bisa menjadi lebih terukur, modern, dan bernilai ekonomi tinggi,” tegasnya.

Advertisement

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menambahkan, SIF juga akan didukung inovasi lain seperti teknik kultur jaringan dan pengolahan pascapanen modern. Dia meminta inovasi petani muda lokal turut diakomodasi dalam ekosistem tersebut.

“Teknologi dalam SIF ini jangan sampai berhenti sebagai proyek percontohan di atas kertas saja. Integrasi teknologi harus mampu memberi nilai tambah riil dan mendongkrak daya jual produk pertanian unggulan Kota Batu,” tandas politikus Gerindra tersebut.

Advertisement

Artikel Terkait

Smart Farming Didorong Tarik Petani Muda Kota Batu

Smart Farming Didorong Tarik Petani Muda Kota Batu

Pemkot Batu mendorong smart farming berbasis IoT untuk menarik generasi muda menjadi petani dan meningkatkan efisiensi usaha tani.

Ekspansi Smart Farming di Bumiaji Kota Batu Dimulai Tahun Depan

Ekspansi Smart Farming di Bumiaji Kota Batu Dimulai Tahun Depan

Smart Integrated Farming (SIF) di seluruh desa dan kelurahan bakal dibangun bertahap mulai tahun depan hingga 2030.

Smart Integrated Farming Giripurno Dorong Hilirisasi

Smart Integrated Farming Giripurno Dorong Hilirisasi

Smart Integrated Farming Giripurno dorong hilirisasi dan olah limbah sayur jadi produk ekonomi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer