PUJON - Seorang petani berinisial AW, warga Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, ditemukan meninggal dunia di sebuah gubuk kebun apel kemarin pagi (19/1). Korban ditemukan dalam kondisi gantung diri sekitar pukul 07.00 di area persawahan Rampal.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui Iwan, petani setempat, yang hendak mengambil air di sekitar lokasi. Saat mendekati gubuk, saksi melihat sepasang kaki dalam posisi menggantung di bagian dalam bangunan sederhana tersebut.
Karena terkejut, saksi kemudian memanggil warga lain, Sofyan, untuk memastikan apa yang dilihatnya. Keduanya memastikan korban sudah meninggal dunia. Lantas, keduanya melaporkan kejadian tersebut ke kepala desa.
Laporan itu diteruskan ke Polsek Pujon. Tak lama berselang, personel Polsek Pujon bersama Pamapta dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Batu mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) dan evakuasi korban.
Berdasarkan hasil olah TKP awal, korban ditemukan tergantung menggunakan tali tampar yang biasa dipakai untuk mengikat rumput. Gubuk tersebut diketahui merupakan tempat korban kerap beristirahat saat bekerja di kebun apel.
Kasatreskrim Polres Batu Iptu Joko Suprianto mengatakan, hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik maupun indikasi penganiayaan pada tubuh korban.
“Ciri-ciri yang ditemukan mengarah pada asfiksia akibat gantung diri. Namun demikian, kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan latar belakang kejadian ini,” ujarnya.
Menurut keterangan keluarga, korban sehari-hari bekerja sebagai petani di sekitar lokasi kejadian. Istri korban juga menyampaikan bahwa selama ini AW tidak diketahui memiliki persoalan pribadi yang menonjol atau riwayat penyakit kronis.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan guna memastikan kronologi dan latar belakang peristiwa tersebut. Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk proses pemulasaraan jenazah. (dia/dre)
Editor : Aditya Novrian