
BATU, RADAR BATU - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Kota Batu resmi dimulai kemarin (6/4). Sebanyak 2.895 siswa mengikuti ujian yang digelar sebagai bagian dari pemetaan kompetensi akademik nasional. Dari total 29 sekolah peserta, satu sekolah masih harus menumpang karena keterbatasan sarana dan prasarana.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat menyebut pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Sebanyak 28 sekolah bisa melaksanakan secara mandiri, satu sekolah menumpang,” ujarnya.
BACA JUGA: Penertiban Mandek, PKL Liar Alun-Alun Kota Wisata Batu Makin Membandel
Sekolah yang menumpang adalah SMP Negeri 7 Batu, yang melaksanakan ujian di SMP Negeri 3 Batu. Untuk mendukung pelaksanaan, Dinas Pendidikan menerjunkan 51 pengawas ruang ujian serta menyiapkan enam pengawas cadangan. “Kami menjaga integritas pelaksanaan agar tetap berjalan lancar,” tambahnya.
Kepala SMP Negeri 3 Batu Budi Prasetyo membenarkan adanya pelaksanaan ujian bagi sekolah yang menumpang. Namun, pelaksanaannya dijadwalkan setelah siswa internal menyelesaikan ujian pada gelombang ketiga.
BACA JUGA: 12 Pedagang Pasar Induk Among Tani Kota Batu Dipanggil Kejari atas Dugaan Kasus Korupsi
Di sekolahnya, peserta dibagi dalam dua gelombang untuk menyesuaikan ketersediaan perangkat. Menariknya, pelaksanaan tidak dimulai pada sesi pagi. Sekolah memilih memulai ujian pada sesi kedua dan ketiga.
“Kami mulai pukul 09.15-13.00 agar tidak ada siswa yang terlambat,” jelasnya. Skema tersebut dinilai efektif menjaga kelancaran pelaksanaan ujian. Dari sisi teknis, TKA tahun ini menggunakan sistem semidaring. Model ini dipilih untuk meminimalkan risiko gangguan jaringan yang kerap terjadi pada sistem daring penuh.



