Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Disperpusip Kota Batu Bakal Petakan Masalah Literasi Sekolah dan Desa

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 4 Maret 2026 | 11:45 WIB

FOKUS: Salah seorang pengunjung Perpustakaan Daerah Kota Batu memilih buku yang hendak dibaca beberapa hari lalu (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU).
FOKUS: Salah seorang pengunjung Perpustakaan Daerah Kota Batu memilih buku yang hendak dibaca beberapa hari lalu (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU).

BATU - Focus Group Discussion (FGD) lintas instansi bakal digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu pada akhir bulan ini. Tujuannya untuk memetakan persoalan di perpustakaan sekolah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta perpustakaan desa dan kelurahan.

Forum ini disiapkan sebagai dasar penyusunan kebijakan literasi yang lebih terukur dan berbasis kebutuhan lapangan. Kepala Disperpusip Kota Batu Abdul Rais mengatakan, hingga kini berbagai keluhan dan kebutuhan riil pengelola literasi belum terdata secara komprehensif. Akibatnya, intervensi program kerap belum tepat sasaran.

“Itulah mengapa FGD ini penting sebagai dasar menyusun kebijakan agar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,” ujarnya. Kegiatan FGD direncanakan melibatkan pustakawan atau guru pengelola perpustakaan sekolah dari jenjang SD hingga SMA sederajat, pengelola TBM, serta pengurus perpustakaan desa dan kelurahan.

Seluruh unsur akan duduk bersama untuk memaparkan persoalan, mulai dari pengelolaan koleksi, fasilitas, hingga rendahnya minat baca. Menurut Rais, forum itu juga bernilai strategis dalam perencanaan anggaran. Jika muncul rekomendasi yang bersifat mendesak, hasilnya dapat segera ditindaklanjuti dalam skema administrasi dan teknis.

“Kalau memang ada kebutuhan prioritas, bisa langsung kami susun agar masuk dalam perencanaan anggaran, termasuk pengajuan pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK),” katanya. Ia berharap FGD menjadi ruang terbuka untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antarlembaga literasi.

Dengan pemetaan yang objektif dan terukur, kebijakan tidak lagi bersifat top-down, melainkan responsif terhadap kebutuhan nyata. Target akhirnya, kata Rais, adalah peningkatan minat baca masyarakat dan penguatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Batu. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#IPLM #fgd #Disperpusip #kota batu