BATU - Dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) mulai disalurkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Graha Pancasila Among Tani Kota Batu kemarin (3/3). Bantuan yang bersumber dari Aparatur Sipil Negara (ASN) itu diberikan kepada 2.026 mustahik atau penerima zakat.
Ketua Baznas Kota Batu Abu Sufyan, menjelaskan penyaluran diawali secara maraton di tiga titik, yakni Kelurahan Songgokerto, Kelurahan Ngaglik, dan Desa Pesanggrahan. “InsyaAllah target kami dua hari bisa selesai,” terangnya.
Terkait perolehan zakat, Abu menyebut rata-rata pengumpulan zakat dari ASN mencapai Rp 74-80 juta per bulan. Namun, angka itu diprediksi akan terus naik jika seluruh jajaran ASN konsisten mengikuti Instruksi Wali Kota terkait optimalisasi zakat. “Dengan begitu, manfaat yang bisa dinikmati para mustahik juga akan ikut bertambah," imbuhnya.
Abu menyebut, penyaluran bantuan tidak hanya berbentuk uang. Namun, juga dalam bentuk program pemberdayaan. Seperti program Satu Keluraga Satu Sarjana. "Saat ini sudah masuk angkatan kedua dengan 16 mahasiswa. Kami bantu Rp2 juta per semester," urai Abu.
Selain pendidikan, perhatian khusus diberikan kepada 13 warga duafa yang hidup sebatang kara. Mereka mendapatkan bantuan rutin sebesar Rp600 ribu setiap bulan seumur hidup. Ada pula bantuan modal usaha kecil hingga peralatan cuci sepeda motor untuk mendongkrak ekonomi keluarga.
Meski bantuan dari Baznas mungkin tidak menanggung seluruh kebutuhan, Abu berharap bantuan tersebut turut meringankan kebutuhan keluarga prasejahtera. "Pemerintah tentu punya banyak bantuan lain dari lintas sektor seperti dari Kesra dan Dinsos untuk memutus rantai kemiskinan di Kota Batu," pungkasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho