BATU - Sebanyak 210 calon jemaah haji (CJH) mulai menjalani manasik haji lebih awal sebagai bagian dari persiapan keberangkatan kloter awal embarkasi Surabaya di Aula Al-Ikhlas, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kankemenhaj) Kota Batu kemarin (9/2). Percepatan jadwal pembekalan dilakukan untuk mengantisipasi padatnya agenda Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
Dari total 226 CJH yang terdaftar, sebanyak 210 orang hadir pada hari pertama. Sementara 16 jemaah lainnya berhalangan hadir. Mereka dijadwalkan mengikuti sesi lanjutan pada hari berikutnya. Kepala Kemenhaj Kota Batu Basuki Rachmat menjelaskan, pelaksanaan manasik lebih dini merupakan konsekuensi dari penempatan Kota Batu dalam kloter awal. Pada penyelenggaraan haji 2026, jemaah asal Kota Batu masuk Kloter 4 embarkasi Surabaya.
“Jadwal manasik dimajukan karena berdekatan dengan Ramadan dan Idulfitri. Sesuai arahan, pembekalan harus dilaksanakan lebih awal agar seluruh tahapan persiapan tetap optimal,” ujarnya. Pada hari pertama, materi manasik mencakup kebijakan pemerintah terkait penyelenggaraan ibadah haji yang disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur As’adul Anam.
Selain itu, pembekalan teknis terkait kloter dan operasional perjalanan disampaikan Ketua Kloter Kota Batu Masduqi Zakaria. Pembekalan hari kedua akan dibagi di dua lokasi berbeda. Tujuannya memudahkan pengelompokan jemaah. Manasik bagi CJH mutasi dari Kabupaten Malang dan jemaah Kecamatan Batu digelar di KBIH Al-Ikhlas. Sementara jemaah dari Kecamatan Bumiaji dan Junrejo mengikuti kegiatan di KBIH Nurut Taqwa.
Ia juga mengonfirmasi bahwa Wali Kota Batu Nurochman bersama istrinya tercatat sebagai CJH tahun 2026. Keduanya sempat masuk dalam daftar cadangan sebelum akhirnya mendapat panggilan resmi. “Tidak ada perlakuan khusus. Beliau mengikuti manasik seperti jemaah lainnya,” kata Basuki. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho