Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suspek Campak di Kota Batu Sempat Tembus 120 Kasus

F
Imunisasi MR penting dilakukan pada anak guna cegak penularan campak. (Freepik)
Imunisasi MR penting dilakukan pada anak guna cegak penularan campak. (Freepik)

Advertisement

BATU - Tren kasus suspek campak di Kota Batu mulai menunjukkan alarm serius. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, suspek campak melonjak hingga dua kali lipat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menemukan 56 kasus suspek pada 2024 lalu. Lima di antaranya terkonfirmasi positif.

Sementara, pada 2025 suspek kasus campak melonjak tembus 120 kasus. Sekretaris Dinkes Kota Batu Yuni Astuti membeberkan dari 120 suspek tersebut, enam pasien dikonfirmasi positif campak dan satu lainnya terdeteksi mengidap rubela. Sebaran kasus paling dominan ditemukan di wilayah Kecamatan Bumiaji.

Advertisement

“Untuk itu, tahun ini kami fokuskan kampanye imunisasi campak dan rubela (MR) mulai 30 Maret hingga 18 April mendatang,” tegas Yuni. Tujuannya mengejar cakupan imunisasi yang sempat tertinggal. Selain itu, juga untuk membentengi anak-anak dari risiko penularan virus yang kian masif.

Penguatan surveilans di lapangan akan dibarengi dengan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai bahaya infeksi virus itu. Penyakit campak umumnya menular melalui percikan ludah. Penderita akan mengalami gejala demam tinggi disertai bintik kemerahan pada kulit.

Advertisement

“Jika terlambat ditangani, penderita berisiko mengalami komplikasi berat seperti radang paru, radang otak, hingga kebutaan,” imbuhnya. Bahkan, bagi ibu hamil, infeksi rubela jauh lebih berbahaya karena bisa mengakibatkan keguguran hingga kecacatan permanen pada bayi saat lahir.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes mengimbau orang tua untuk disiplin melengkapi imunisasi MR pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, hingga kelas 1 SD. Selain asupan gizi yang cukup, masyarakat diminta segera melaporkan ke fasilitas kesehatan jika menemui anggota keluarga dengan gejala demam dan bintik merah. (ori/dre)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

13 Sampel Makanan di Malang Positif Formalin, Tahu dan Bakso Jadi Sorotan

13 Sampel Makanan di Malang Positif Formalin, Tahu dan Bakso Jadi Sorotan

Dinkes Kabupaten Malang menemukan 13 sampel pangan olahan mengandung formalin dari 1.050 sampel yang diperiksa sepanjang 2025.

589 Kasus TBC Ditemukan di Kota Batu, Kecamatan Batu Catat Angka Tertinggi

589 Kasus TBC Ditemukan di Kota Batu, Kecamatan Batu Catat Angka Tertinggi

Dinas Kesehatan Kota Batu mencatat 589 kasus tuberkulosis (TBC) di wilayahnya.

Tiga Warga Temas Kota Batu Suspek TBC Saat Skrining

Tiga Warga Temas Kota Batu Suspek TBC Saat Skrining

Tiga warga Temas Kota Batu terdeteksi suspek TBC dalam skrining kesehatan gratis di kantor kelurahan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer