Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hindari Campak, Imunisasi MR Penting Dilakukan pada Anak

A
Penulis: Aditya Novrian❯
Imunisasi MR penting dilakukan pada anak guna cegak penularan campak. (Freepik)
Imunisasi MR penting dilakukan pada anak guna cegak penularan campak. (Freepik)

RADAR MALANG – Imunisasi Measles Rubella (MR) merupakan imunisasi yang berfungsi melindungi anak dari dua penyakit menular sekaligus, yaitu campak (measles) dan rubella. Vaksin MR adalah vaksin hidup yang dilemahkan yang bekerja dengan merangsang tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap kedua virus tersebut.


Advertisement

Terdapat dua jenis vaksin yang mengandung komponen rubella, yaitu Measles Rubella (MR) dan Measles Mumps Rubella (MMR). Vaksin MR merupakan vaksin campak dan rubella (campak Jerman) telah masuk dalam program pemerintah. Vaksin ini dapat diberikan mulai usia 9 bulan, kemudian boosternya diberikan minimal 6 bulan setelah vaksin pertama, dan booster keduanya setelah usia 5 tahun.

Sementara itu, vaksin MMR melindungi anak dari campak, rubella, dan gondongan (mumps). Vaksin ini umumnya diberikan mulai usia 1 tahun, kemudian boosternya diberikan minimal 6 bulan setelah vaksin pertama, dan booster keduanya setelah usia 5 tahun.

Orang tua tidak diwajibkan memberikan kedua jenis vaksin tersebut, melainkan dapat memilih salah satu sesuai kebutuhan dan rekomandasi tenaga kesehatan.

Advertisement

Imunisasi MR diberikan kepada anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. Artinya, meskipun anak pernah mendapatkan imunisasi campak atau pernah mengalami campak, tetap dianjurkan untuk menerima imunisasi MR.

Pemberian imunisasi MR penting untuk menurunkan risiko penularan dari satu individu ke kelompok yang lebih luas. Kementrian Kesehatan menyebutkan  bahwa sekitar 90 persen orang yang melakukan kontak erat dengan penderita campak dapat tertular apabila belum memiliki kekebalan.

Selain itu, penularan rubella pada ibu hamil juga berisiko tinggi. Infeksi rubella dapat menyebabkan Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada bayi yang dapat menimbulkan kelainan serius, seperti jantung bawaan, katarak, ketulian, hingga keterlambatan perkembangan mental.

Advertisement

Campak tidak hanya menyebabkan demam dan ruam pada kulit, tetapi juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, diare, radang otak, bahkan kematian. Penanganan campak pada bayi yang tertular di bawah usia 9 bulan pun tergolong sulit karena pada usia tersebut bayi belum diperbolehkan menerima.

Oleh karena itu, imunisasi MR sangat penting dilakukan untuk melindungi anak dari campak, memutus rantai penularan virus di masyarakat, serta mencegah risiko kecacatan seumur hidup. Imunisasi ini menjadi investasi jangka, baik bagi anak maupun generasi mendatang.

 

Penulis: Intan Nurlita Dewi

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Kemenkes

Artikel Terkait

Dinkes Temukan Tiga Kasus Campak

Dinkes Temukan Tiga Kasus Campak

Tiga kasus campak ditemukan di Kota Batu. Cakupan imunisasi MR baru mencapai 51,14 persen hingga Juni 2026.

Lima Anak Kota Batu Terjangkit PD3I

Lima Anak Kota Batu Terjangkit PD3I

Lima anak di Kota Batu terkonfirmasi PD3I sepanjang Januari-Juni 2026, terdiri dari tiga kasus campak dan dua pertusis.

Enam Bulan, Lima Anak Terjangkit PD3I. Tiga Kasus Campak, Dua Pertusis

Enam Bulan, Lima Anak Terjangkit PD3I. Tiga Kasus Campak, Dua Pertusis

Lima anak di Kota Batu terkena campak dan pertusis sepanjang Januari-Juni 2026. Dinkes perkuat imunisasi dan pelacakan kasus.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer