Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suspek Campak Tertinggi di Kedungkandang

F
Ilustrasi Vaksin (freepik)
Ilustrasi Vaksin (freepik)

Advertisement

 

MALANG KOTA - Kewaspadaan terhadap penyakit campak di Kota Malang perlu ditingkatkan. Dalam periode Januari-Maret, Kecamatan Kedungkandang mencatat jumlah suspek tertinggi dibanding kecamatan lain, yakni 14 dari 61 kasus campak di Kota Malang.

Sebagai perbandingan, Sukun, Lowokwaru, dan Blimbing masing-masing mencatat 13 kasus, sedangkan Klojen melaporkan 8 kasus. Konsentrasi kasus di wilayah timur kota itu kini menjadi perhatian serius tenaga kesehatan.

Advertisement

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Malang Meifta Eti Winindar mengatakan timnya sedang melakukan investigasi epidemiologi di wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk menelusuri sumber penularan sekaligus memverifikasi status penyakit. “Pemantauan terus dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.

Selain itu, pengawasan terhadap penyakit tersebut yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) juga diperketat. Petugas kesehatan diminta meningkatkan deteksi dini di masyarakat.

Advertisement

Orang tua diminta segera memeriksakan anak jika muncul gejala demam disertai ruam kemerahan, batuk, pilek, atau mata merah.

Secara terpisah, Klinisi RS Universitas Brawijaya dr. Laurentia Ima Monica mengatakan tingginya suspek di suatu wilayah sering berkaitan dengan rendahnya cakupan imunisasi.

Perlindungan komunitas baru tercapai jika tingkat vaksinasi mencapai minimal 95 persen.

Ia menilai penolakan vaksin masih menjadi salah satu penyebab rendahnya cakupan imunisasi di sejumlah daerah. Padahal, kekebalan kelompok sangat penting untuk melindungi anak-anak yang rentan terpapar virus.

Advertisement
Editor : Fajar Andre Setiawan

Artikel Terkait

Peternak Batu Rutin Vaksin Sapi Tiap Enam Bulan

Peternak Batu Rutin Vaksin Sapi Tiap Enam Bulan

Peternak di Kota Batu rutin memvaksin ternak dan memperketat biosekuriti untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Lima Anak Kota Batu Terjangkit PD3I

Lima Anak Kota Batu Terjangkit PD3I

Lima anak di Kota Batu terkonfirmasi PD3I sepanjang Januari-Juni 2026, terdiri dari tiga kasus campak dan dua pertusis.

Enam Bulan, Lima Anak Terjangkit PD3I. Tiga Kasus Campak, Dua Pertusis

Enam Bulan, Lima Anak Terjangkit PD3I. Tiga Kasus Campak, Dua Pertusis

Lima anak di Kota Batu terkena campak dan pertusis sepanjang Januari-Juni 2026. Dinkes perkuat imunisasi dan pelacakan kasus.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer