Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Ekstrem di Kota Batu Diprediksi Berlangsung hingga 10 Februari

F
CUACA EKSTREM: Jalan Arumdalu, Kelurahan Songgokerto diguyur hujan deras kemarin (1/2).
CUACA EKSTREM: Jalan Arumdalu, Kelurahan Songgokerto diguyur hujan deras kemarin (1/2).

BATU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Kota Batu dalam daftar wilayah berisiko tinggi cuaca ekstrem hingga 10 Februari mendatang. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang diperkirakan terjadi secara sporadis dalam sepuluh hari ke depan.


Advertisement

BMKG menjelaskan, kondisi ekstrem tersebut dipicu aktifnya Monsun Asia yang beriringan dengan gangguan gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin di wilayah Jawa Timur. Situasi itu diperparah suhu muka laut yang masih hangat. Itu memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif. Dampaknya, hujan durasi singkat tapi ekstrem berpotensi tingi terjadi.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, menyatakan hampir seluruh wilayah Jawa Timur saat ini berada pada fase puncak musim hujan. Kondisi tersebut secara langsung meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. “Kami mengimbau masyarakat waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba,” ujarnya.

Untuk Kota Batu, ancaman dinilai lebih kompleks. Topografi pegunungan dengan banyak lereng curam dan tebing terjal membuat wilayah ini rentan terhadap tanah longsor, banjir bandang, hingga pohon tumbang. Selain itu, potensi kabut tebal yang menurunkan jarak pandang juga menjadi ancaman serius.

Advertisement

Terutama di jalur rawan seperti Payung dan Klemuk. Status kewaspadaan ini turut menjadi alarm bagi sektor pariwisata. BMKG mengingatkan wisatawan agar lebih selektif dan berhati-hati dalam mengunjungi destinasi alam terbuka, seperti kawasan air terjun dan pegunungan.

Cuaca di wilayah dataran tinggi, kata Taufiq, dapat berubah drastis hanya dalam hitungan jam. Sebagai langkah mitigasi dini, BMKG mendorong masyarakat untuk aktif memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk radar cuaca dan media sosial. (ori/dre)

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

BMKG Sering Keluarkan Peringatan Dini, Apa Bedanya Waspada, Siaga, dan Awas? 

BMKG Sering Keluarkan Peringatan Dini, Apa Bedanya Waspada, Siaga, dan Awas? 

BMKG membagi peringatan dini cuaca ekstrem menjadi tiga tingkat, yakni Waspada, Siaga, dan Awas. Kenali perbedaan serta artinya.

Siklon Arnab Jauhi Indonesia, Aceh dan Sumut Tetap Diminta Waspada Hujan Lebat

Siklon Arnab Jauhi Indonesia, Aceh dan Sumut Tetap Diminta Waspada Hujan Lebat

Siklon Tropis ARNAB menjauhi Indonesia dan tak berdampak langsung, tapi BMKG pantau sirkulasi siklonik baru di Laut Andaman.

Hunter's Moon 26 Oktober 2026, BMKG Ungkap Waktu Terbaik untuk Mengamati

Hunter's Moon 26 Oktober 2026, BMKG Ungkap Waktu Terbaik untuk Mengamati

Fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai Hunter’s Moon atau Bulan Pemburu akan menghiasi langit Indonesia pada Senin (26/10/2026) malam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer