Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BMKG Sering Keluarkan Peringatan Dini, Apa Bedanya Waspada, Siaga, dan Awas? 

Nasya Rizkita Salsabila Putri
BMKG membagi status tersebut ke dalam tiga tingkatan utama, yaitu Waspada, Siaga, dan Awas. (Sumber : Pinterest @Melody TV Fandom)
BMKG membagi status tersebut ke dalam tiga tingkatan utama, yaitu Waspada, Siaga, dan Awas. (Sumber : Pinterest @Melody TV Fandom)

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Saat membuka informasi cuaca dari BMKG, masyarakat mungkin pernah menemukan peringatan berwarna kuning, oranye, atau merah. Warna tersebut menunjukkan tingkatan peringatan dini terhadap potensi cuaca ekstrem. Lalu, apa perbedaan Waspada, Siaga, dan Awas?

BMKG membagi status peringatan dini cuaca ekstrem menjadi Waspada (kuning), Siaga (oranye), dan Awas (merah). Ketiganya disusun berdasarkan tingkat ekstremitas, dari yang lebih rendah hingga tertinggi.

Advertisement

  1. Waspada (Kuning)

Warna kuning menandakan kondisi waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat perlu memperhatikan informasi cuaca dan wilayah yang tercantum dalam peringatan.

  1. Siaga (Oranye)

Advertisement

Warna oranye menunjukkan kondisi siaga terhadap potensi cuaca ekstrem. Pada tingkat ini, masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan memperhatikan kemungkinan dampak yang disampaikan BMKG.

  1. Awas (Merah)

Warna merah menandakan kondisi awas, yakni tingkat tertinggi dalam klasifikasi peringatan dini tersebut. Masyarakat perlu mencermati informasi BMKG dan mengikuti arahan pihak berwenang.

Dalam prakiraan cuaca berbasis dampak, BMKG mempertimbangkan dua hal, yaitu kemungkinan terjadinya fenomena cuaca dan dampak yang dapat ditimbulkan. Karena itu, level peringatan tidak hanya ditentukan oleh jenis cuaca, tetapi juga perkiraan risiko di wilayah terdampak. Penilaian ini membantu menggambarkan tingkat risiko yang perlu diperhatikan di setiap wilayah.

Masyarakat sebaiknya membaca informasi secara lengkap, termasuk lokasi dan masa berlaku peringatan, serta memantau pembaruan melalui kanal resmi BMKG.

Advertisement
Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Dikutip dari Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Siklon Arnab Jauhi Indonesia, Aceh dan Sumut Tetap Diminta Waspada Hujan Lebat

Siklon Arnab Jauhi Indonesia, Aceh dan Sumut Tetap Diminta Waspada Hujan Lebat

Siklon Tropis ARNAB menjauhi Indonesia dan tak berdampak langsung, tapi BMKG pantau sirkulasi siklonik baru di Laut Andaman.

Hunter's Moon 26 Oktober 2026, BMKG Ungkap Waktu Terbaik untuk Mengamati

Hunter's Moon 26 Oktober 2026, BMKG Ungkap Waktu Terbaik untuk Mengamati

Fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai Hunter’s Moon atau Bulan Pemburu akan menghiasi langit Indonesia pada Senin (26/10/2026) malam.

BMKG Jelaskan Beda Fungsi Dry Ice dan NaCl dalam Modifikasi Cuaca

BMKG Jelaskan Beda Fungsi Dry Ice dan NaCl dalam Modifikasi Cuaca

BMKG menjelaskan perbedaan fungsi dry ice dan NaCl dalam modifikasi cuaca.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer