Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Cek Deteksi Tuberkulosis Gratis Jangkau 34 Titik dari 41 Titik Target

F
PEMERIKSAAN: Petugas medis memantau hasil rontgen paru-paru warga menggunakan fasilitas Portable X-Ray dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) TBC di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu pada Kamis lalu (29/10).
PEMERIKSAAN: Petugas medis memantau hasil rontgen paru-paru warga menggunakan fasilitas Portable X-Ray dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) TBC di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu pada Kamis lalu (29/10).

Advertisement

BATU - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi tuberkulosis (TBC) di Kota Batu telah menjangkau 34 dari total 41 titik yang direncanakan. Hingga akhir November, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menargetkan pemeriksaan terhadap 4.100 warga di 24 desa dan kelurahan guna memperluas deteksi dini sekaligus menekan risiko penularan.

Wakil Supervisor TBC Dinkes Kota Batu Yoni Hadi Purnomo menjelaskan, program jemput bola tersebut berlangsung mulai 1 September hingga 28 November. Setiap titik menargetkan 100 warga untuk mengikuti pemeriksaan. “Setiap titiknya kami menargetkan 100 or ang, sehingga total warga yang diundang mencapai 4.100 orang,” paparnya.

Advertisement

Target peserta di setiap titik sejauh ini dapat terpenuhi berkat dukungan lintas sektor. Kolaborasi melibatkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karsa Husada Batu hingga Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI). Ketua Tim Pencegahan TBC Puskesmas Sisir dr Ennie Prabawati mengatakan, warga mendapat sejumlah layanan pemeriksaan.

Salah satunya tes Mantoux bagi kontak erat yang tidak menunjukkan gejala. Tes itu membantu mendeteksi infeksi tuberkulosis, termasuk kemungkinan infeksi laten ketika bakteri berada di dalam tubuh tanpa menyebabkan penyakit aktif. “Kondisi seperti ini belum aktif di tubuh TBC laten,” jelasnya.

Selain tes Mantoux sesuai indikasi, warga juga mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta rontgen paru-paru menggunakan perangkat portable X-ray secara gratis. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menentukan apakah seseorang mengalami TBC aktif, terutama jika ditemukan gejala atau hasil pemeriksaan yang mencurigakan.

Pemerintah juga memberikan subsidi transportasi Rp 30 ribu bagi warga yang hadir memenuhi undangan. Fasilitas tersebut diharapkan membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan dini.

Manfaat layanan itu dirasakan Sut Kistuno, warga Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, yang memiliki riwayat TBC pada 2014. Ia mengaku sempat terkejut ketika mengalami gejala berupa tubuh meriang dan lemas. “Waktu muda merasa aman-aman saja, tapi waktu kena langsung kaget, rasanya tubuh nggreges dan lemas,” kenangnya.

Setelah dinyatakan sembuh, Sut Kistuno mengaku lebih memperhatikan kondisi kesehatannya, termasuk mengurangi kebiasaan merokok. Ia pun memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memeriksa kondisi tubuhnya. Dinkes Kota Batu terus mengimbau warga yang mendapat undangan agar hadir sesuai jadwal. 

Advertisement

Artikel Terkait

Wamenkes RI Minta Skrining TBC bagi Masyarakat yang Satu Rumah dengan Penderita Diperluas

Wamenkes RI Minta Skrining TBC bagi Masyarakat yang Satu Rumah dengan Penderita Diperluas

Kemenkes RI mendorong perluasan skrining tuberkulosis (TBC). Khususnya terhadap orang yang tinggal serumah dengan penderita.

Kota Batu Targetkan 90 Persen Kasus TBC Ditemukan

Kota Batu Targetkan 90 Persen Kasus TBC Ditemukan

Pemkot Batu menargetkan 90 persen kasus TBC ditemukan dan 90 persen pengobatan berhasil melalui RAD TBC 2026-2030.

TBC Masih Mengintai Warga Kota Batu, Kenali Gejalanya

TBC Masih Mengintai Warga Kota Batu, Kenali Gejalanya

Kasus TBC di Kota Batu turun menjadi 190 kasus hingga Juni 2026. Dinkes mengingatkan deteksi dini dan pengobatan tetap harus diperkuat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer