BATU - Tekanan harga pangan mulai terasa pada pekan pertama Ramadan. Harga sejumlah komoditas buah dan sayur di Pasar Induk Among Tani kompak naik hingga 10 persen akibat lonjakan permintaan sejak awal puasa. Kenaikan terjadi hampir merata. Buah-buahan menjadi salah satu komoditas yang paling cepat bergerak.
Diana, pemilik Kios Toko Buah Diana, mengatakan sebagian besar dagangannya mengalami koreksi harga. Jeruk menjadi salah satu komoditas yang lebih dulu merangkak naik. Selain faktor Ramadan, ia menyebut meningkatnya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut memengaruhi permintaan pasar.
“Permintaan naik drastis. Stok harus berbagi dengan kebutuhan program itu (MBG),” kata Diana. Tekanan harga juga terjadi di los sayuran. Cabai rawit menembus Rp120 ribu per kilogram. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam sepekan terakhir. Kenaikan cabai diikuti timun dan selada yang juga mulai bergerak naik.
Namun, tidak semua komoditas melonjak. Kacong, pedagang sayur lainnya, menyebut tomat dan beberapa jenis cabai lain masih relatif stabil. “Belum banyak perubahan untuk tomat dan cabai selain rawit,” ujarnya.
Pedagang memprediksi tren kenaikan belum akan berhenti. Pola konsumsi masyarakat biasanya meningkat menjelang Lebaran. Lonjakan permintaan pada H-10 Idulfitri kerap menjadi pemicu kenaikan harga yang lebih tajam. Jika pasokan tak bertambah, harga berpotensi terus terdorong naik. (Gizella Ratu Pramesti/ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan