MALANG KOTA - Momentum Hari Valentine membawa berkah bagi para penjual bunga di Kota Malang. Menjelang Hari Kasih Sayang, pesanan buket bunga melonjak hingga 50 persen dibanding hari biasa. Mawar tetap menjadi primadona yang paling banyak diburu pelanggan.
Salah satu penjual bunga di Florist By RSMJ, Maufi, mengatakan permintaan mawar meningkat tajam setiap mendekati Valentine. Bunga tersebut dinilai paling identik dengan perayaan kasih sayang. “Setiap Valentine, yang meningkat drastis itu mawar. Paling banyak dicari pelanggan,” ujarnya.
Menurut dia, mawar yang diminati tidak hanya merah, tetapi juga kuning dan putih. Selain mawar, buket Thumbelina juga mulai dilirik sebagai alternatif hadiah Valentine tahun ini.
“Memang mawar masih dominan, tapi tahun ini banyak juga yang memesan buket Thumbelina,” tambahnya.
Lonjakan permintaan terlihat signifikan dibanding hari biasa. Fatma, admin toko bunga tersebut, menyebut jumlah pesanan meningkat lebih dari 50 persen. Jika pada hari biasa pesanan berkisar 100 buket, menjelang Valentine jumlahnya bisa melampaui angka tersebut.
“Pesanan tahun ini meningkat sekitar 50 persen,” jelasnya.
Tingginya permintaan juga berdampak pada harga bahan baku. Harga mawar dari petani yang biasanya sekitar Rp3 ribu per tangkai naik menjadi Rp6 ribu menjelang Valentine. Kenaikan harga tersebut mengikuti tingginya permintaan pasar.
Sementara itu, buket uang justru kurang diminati pada momen Valentine. Produk tersebut lebih sering dipesan saat perayaan wisuda. “Kalau Valentine tetap bunga yang paling dicari. Buket uang biasanya ramai saat wisuda,” kata Maufi.
Momen Valentine pun kembali menjadi salah satu puncak penjualan bagi pelaku usaha florist di Kota Malang. Selain meningkatkan omzet, momentum ini juga memperkuat tren pemberian hadiah personal dalam merayakan Hari Kasih Sayang. (Alifia Kurnia/ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan