
BATU, RADAR BATU – Rencana pembangunan jalan tembus Sukorejo-Batu belum menunjukkan perkembangan lanjutan.
Proyek yang diproyeksikan menjadi jalur alternatif pengurai kemacetan tersebut masih membutuhkan koordinasi lintas daerah dan pemerintah pusat, terutama terkait kepastian trase, kewenangan, serta dukungan anggaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan, jaringan jalan saat ini cenderung mengerucut ke satu jalur utama.
Baca Juga: Menjelang Malam Anugerah FFI 2026, Festival Film Indonesia Buka Volunteer untuk Umum
Akibatnya, arus kendaraan menumpuk di sejumlah titik strategis. “Semua terpusat ke tengah, sehingga itu yang bikin macet,” ungkapnya.
Jalan tembus tersebut semula dirancang menghubungkan wilayah Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, dengan Kota Batu. Kehadirannya diharapkan mendistribusikan arus kendaraan agar tidak seluruhnya melewati pusat kota.
Dalam pembahasan sebelumnya, rencana pembangunan sempat dikomunikasikan dengan Kementerian Kehutanan.
Baca Juga: 4 Film dari Jepang akan Tayang di Bioskop Indonesia Bulan Ini, Ada yang Tayang Mulai Besok
Sebab, sebagian trase melintasi kawasan hutan produksi. Secara prinsip, kementerian disebut telah memberikan lampu hijau dengan catatan pemanfaatan kawasan dan prosedur hukum dipenuhi.
Namun, pembahasan proyek sempat tertunda setelah bencana alam melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Perhatian pemerintah pusat dan daerah beralih pada penanganan bencana sehingga komunikasi terkait proyek jalan tembus ikut tertunda.
“Fokus pemerintah pusat dan daerah pun mendadak beralih, membuat komunikasi terkait proyek jalan tembus tertunda sementara,” katanya.
Baca Juga: 2 Minggu Lagi! Game GTA 6 Bisa Dimainkan Mulai November Ini, Berikut Detail yang Perlu Diketahui
Pemkot Batu berharap pembahasan proyek tersebut kembali dilanjutkan. Alfi menyebut, jalur alternatif tidak harus mengikuti trase atas yang direncanakan sebelumnya.
