
Pemkot Dorong Sinergi Malang Raya untuk Urai Kemacetan
BATU, RADAR BATU - Rencana pembangunan jalan tembus Sukorejo-Batu belum berlanjut. Proyek yang diharapkan menjadi jalur alternatif pengurai kemacetan itu masih membutuhkan koordinasi lintas daerah dan pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan, jaringan jalan daerah saat ini cenderung mengerucut ke satu jalur utama. Pola tersebut membuat arus kendaraan menumpuk di sejumlah titik strategis. “Semua terpusat ke tengah, sehingga itu yang bikin macet,” ungkapnya.
Jalan tembus Sukorejo-Batu semula dirancang menghubungkan wilayah Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, dengan Kota Batu. Jalur alternatif itu diharapkan mendistribusikan arus kendaraan agar tidak seluruhnya melewati pusat kota.
Dalam pembahasan sebelumnya, rencana tersebut sempat dikomunikasikan dengan Kementerian Kehutanan. Sebab, sebagian trase jalan melintasi kawasan hutan produksi. Secara prinsip, kementerian disebut telah memberikan lampu hijau dengan catatan pemanfaatan kawasan dan prosedur hukumnya dipenuhi.
Berdasarkan proyeksi trase, pembangunan dibagi menjadi beberapa ruas. Yakni Sukorejo-Taman Safari sepanjang 7,3 kilometer (km), Taman Safari-Kebun Teh 8,1 km, dan Kebun The-Singosari 5,7 km. Selanjutnya, Singosari-Batu Timur sepanjang 7,6 km serta Singosari-Batu Barat 9,7 km.
Namun, pembahasan proyek tersebut sempat tertunda setelah bencana alam melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Perhatian pemerintah pusat dan daerah beralih pada penanganan bencana. “Fokus pemerintah pusat dan daerah pun mendadak beralih, membuat komunikasi terkait proyek jalan tembus tertunda sementara,” katanya.
Baca Juga: 4 Film dari Jepang akan Tayang di Bioskop Indonesia Bulan Ini, Ada yang Tayang Mulai Besok
Pemkot Batu kini berharap rencana itu kembali dibahas. Alfi menyebut, jalur alternatif tidak harus melewati trase atas. Opsi jalur bawah tetap terbuka selama dapat menghubungkan wilayah sekitar dan membantu mengurai kepadatan kendaraan.
Salah satu rute yang dipertimbangkan menghubungkan Sukorejo, kawasan Taman Safari, hingga Giripurno. Jalur tersebut diharapkan turut mengurangi beban lalu lintas di kawasan Karanglo hingga Karangploso. “Jalur ini diyakini sangat efektif untuk memecah kebuntuan arus lalu lintas di ruas-ruas strategis seperti Karanglo hingga Karangploso,” beber mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu itu.
Alfi menilai, pembangunan infrastruktur lintas wilayah tidak bisa hanya mengandalkan satu daerah. Ia mencontohkan upaya Pemkot Batu yang pernah mengusulkan penyerahan pengelolaan ruas jalan strategis kepada Pemprov Jatim. Tujuannya agar mendapat dukungan anggaran lebih besar.
