Pengangguran Bertambah, TPT Justru Turun. Lulusan SMA Mendominasi Catatan BPS

BATU, RADAR BATU - Jumlah pengangguran di Kota Batu terus bertambah. Namun, tingkat pengangguran terbuka (TPT) 2025 justru menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu mencatat 5.024 orang belum bekerja pada Agustus 2025. Angkanya naik 357 orang dari 4.667 orang setahun sebelumnya. Secara persentase TPT turun dari 3,63 persen menjadi 3,53 persen. Sebab, jumlah penduduk usia kerja dan angkatan kerja ikut meningkat.
Kepala BPS Kota Batu Herlina Prasetyowati Sambodo mengatakan pertumbuhan jumlah angkatan kerja menjadi salah satu penyebab bertambahnya jumlah penganggur. Penduduk usia kerja pada Agustus 2025 mencapai 176.927 orang. Jumlahnya naik 2.221 orang dibandingkan tahun sebelumnya. “Kondisi tersebut akhirnya mendongkrak Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kota Batu hingga 80,53 persen,” ujarnya.
Angka TPAK tersebut meningkat dari 73,53 persen pada Agustus 2024. Sejalan dengan itu, jumlah angkatan kerja melonjak dari 128.470 orang menjadi 142.486 orang. Artinya, lebih banyak penduduk usia kerja yang masuk pasar kerja. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya diimbangi kemampuan pasar kerja menyerap tenaga baru.
Baca Juga: 95 Persen Pasukan Kuning di Kota Batu Kini Berstatus PPPK - Radar Batu
Persoalan lain terlihat dari profil pendidikan pencari kerja. Angka TPT tertinggi justru berasal dari lulusan SMA umum, yakni mencapai 7,26 persen. Angka tersebut melonjak dibandingkan 2024 yang berada di level 3,84 persen. Herlina mengatakan tingginya pengangguran lulusan SMA tidak lepas dari keterampilan yang dibawa ke pasar kerja.
Lulusan SMA umum relatif tidak mendapatkan pembekalan vokasional spesifik seperti lulusan SMK. Hal itu membuat lulusan SMA harus bersaing ketat dengan pencari kerja lain untuk pekerjaan teknis. Selain itu, masa tunggu setelah lulus juga berkontribusi terhadap angka pengangguran. Sebagian pencari kerja masih menunggu proses rekrutmen, mengikuti sertifikasi kompetensi, atau mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan.
Pada kelompok pendidikan lain, TPT lulusan diploma mencapai 6,37 persen. Sementara lulusan SMK tercatat 3,68 persen. Angka tersebut turun dari 5,53 persen pada Agustus 2024. Namun, persoalan ketenagakerjaan Kota Batu tidak berhenti pada pengangguran terbuka. Herlina juga mencatat tingkat setengah pengangguran sebesar 4,62 persen.
Baca Juga: Ormas Kota Batu Galang Dana untuk Korban Gempa Flores, Aksi Berlangsung Sepekan - Radar Batu
Kelompok tersebut secara statistik sudah bekerja. Namun, mereka memiliki jam kerja kurang dari 35 jam dalam sepekan. Mereka masih memiliki waktu kerja yang cukup besar dan belum memperoleh jam kerja optimal. “Mereka tercatat bekerja, tetapi jam kerjanya kurang dari 35 jam dalam seminggu,” kata Herlina.
Karakter ekonomi Kota Batu yang bergantung pada pariwisata dan jasa turut memengaruhi kondisi tersebut. Kebutuhan tenaga kerja di sektor hotel, restoran, dan usaha wisata sangat bergantung pada tingkat kunjungan.



