Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program MBG Dinilai Ubah Pola Makan Anak Lebih Sehat

F

Siswi penerima program MBG (Dok. Jawapos.com).
Siswi penerima program MBG (Dok. Jawapos.com).


Advertisement

 

Radar Batu – Berjalannya Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) membuat sekitar 59,86 juta penerima perdata Januari 2026 menerima manfaat. 

Selama program MBG ini berjalan, muncul kebiasaan positif anak-anak Indonesia. Berdasarkan survei dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED), anak-anak menjadi lebih rutin dalam mengonsumsi makanan bergizi. Hasil survei RISED ini menjadi menarik karena membuka fakta baru dari lapangan yang belum sepenuhnya terungkap. 

Advertisement

“Salah satu temuan dari pertanyaan mendalam kami kepada para orang tua siswa penerima MBG adalah, mereka tahu bahwa orang tualah yang bertanggung jawab memenuhi gizi dan kebutuhan anak mereka. Kehadiran MBG ini justru memberikan rasa tenang kepada keluarga ketika anak-anak mereka di sekolah dan survei kami menunjukkan, 55 persen orang tua setuju bahwa kebiasaan anaknya berubah menjadi tidak pilih-pilih makanan, setelah adanya program MBG," Direktur RISED M. Fajar Rachmadi dalam keterangannya, dilansir dari JawaPos, (27/2).

Survei RISED ini sendiri melibatkan sekitar 1.800 orang tua dan berhasil memberikan gambaran awal mengenai efek mikro-harian program. Selain itu juga survei membuktikan bahwa 81 persen orang tua dari keluarga pra sejahtera menyatakan dukungannya kepada keberlanjutan MBG. 

“Menariknya lagi, ketika anak-anaknya bisa mendapatkan makanan di sekolah, orang tua juga merasa aman. Rasa aman ini timbul karena para orang tua yang kami survei yakin bahwa anak-anaknya mendapatkan makanan bergizi rutin melalui program MBG,” ujar Fajar.

Advertisement

Selaras dengan hasil temuan tim RISED, dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD-KPsi, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, berpendapat bahwa pemberian makanan bergizi secara rutin berpotensi membentuk kebiasaan makan yang lebih baik pada anak. 

“Jadi MBG menurut saya adalah program dengan niat yang bagus. Saya bisa memahami niat dari Presiden Prabowo dalam menginisiasi MBG ini karena saya pikir ini idenya sangat bagus. Kenapa? Karena kita tahu bahwa tidak sedikit masyarakat kita tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi mereka. Kedua, tidak hanya di kelas ekonomi lemah, ada juga orang-orang dengan kelas ekonomi menengah atau bahkan cukup tinggi tetapi kadang-kadang yang dimakan itu bukan makanan sehat,” terang dr. Andi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain penelitian dari RISED saja yang menunjukkan adanya dampak positif program MBG kepada anak-anak. Hasil evaluasi Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia (LabSosio UI) juga mencatat bahwa, MBG berdampak signifikan terhadap proses belajar anak-anak. 

Sekitar 66,4 persen anak-anak mengaku lebih semangat mengikuti pelajaran setelah adanya program MBG. Hal itu menunjukkan bahwa adanya keterikatan antara makanan yang baik dengan motivasi diri pada anak-anak. Program ini dinilai membantu pemenuhan kebutuhan pangan bergizi, terutama bagi anak-anak dari kelompok sosial ekonomi rendah, dengan skor persepsi mencapai 4,30.

 

Author: Salma Ayu Aisyah

Advertisement
Editor : Fajar Andre Setiawan

Artikel Terkait

Prabowo Evaluasi Dapur MBG, Penyimpanan Ayam hingga Pengawasan Diperketat

Prabowo Evaluasi Dapur MBG, Penyimpanan Ayam hingga Pengawasan Diperketat

Pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari penyimpanan bahan pangan hingga pengawasan dapur.

MBG Prasmanan Dibidik di 5.000 Lokasi hingga Akhir 2026, Ini Syaratnya

MBG Prasmanan Dibidik di 5.000 Lokasi hingga Akhir 2026, Ini Syaratnya

MBG Prasmanan dibidik 5rb lokasi hingga akhir tahun 2026!

BGN Uji Coba CCTV Dapur MBG, Pengawasan Terintegrasi ke Pusat

BGN Uji Coba CCTV Dapur MBG, Pengawasan Terintegrasi ke Pusat

BGN Uji coba cctv pada dapur mbg!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer