Prabowo Evaluasi Dapur MBG, Penyimpanan Ayam hingga Pengawasan Diperketat

BATU, RADAR BATU - Pemerintah terus mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama terkait kebersihan, penyimpanan bahan pangan, dan pengawasan dapur. Pembenahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas makanan sekaligus meminimalkan risiko gangguan keamanan pangan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Syahganda Nainggolan mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menerima berbagai masukan terkait pelaksanaan program MBG dan melakukan penyesuaian berdasarkan evaluasi.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penyimpanan bahan pangan, termasuk ayam, agar tidak mudah basi sebelum diolah atau didistribusikan kepada penerima manfaat. Pemerintah juga memperkuat pengawasan melalui penggunaan kamera pengawas atau CCTV di dapur penyedia makanan.
Baca Juga: MBG Prasmanan Dibidik di 5.000 Lokasi hingga Akhir 2026, Ini Syaratnya
Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya menerbitkan standar operasional prosedur (SOP) pendinginan makanan yang berlaku sejak 4 September 2026. Ketentuan tersebut mengatur pengendalian suhu dan waktu, penggunaan wadah serta peralatan yang bersih, hingga pencatatan proses pendinginan sebelum makanan memasuki tahap pemorsian.
Selain aspek keamanan pangan, evaluasi juga mencakup mekanisme kompensasi investasi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut Syahganda, skema kompensasi yang sebelumnya bersifat tetap kini diarahkan berdasarkan jumlah porsi makanan yang disediakan.
Pada Oktober 2026, BGN juga menguji coba integrasi CCTV dari sekitar 70 SPPG ke pusat pemantauan dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sistem tersebut diharapkan membantu pemantauan kepatuhan terhadap SOP, mulai dari persiapan bahan hingga pencucian wadah makan.
Pembenahan ini menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan pemerintah terhadap program MBG. Konsistensi penerapan standar kebersihan, penyimpanan, dan pengawasan menjadi faktor penting untuk menjaga keamanan makanan yang diterima masyarakat.



