BATU, RADAR BATU - Wacana revitalisasi Taman Hutan Bondas di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu kembali mencuat. Pembenahan dilakukan untuk mengoptimalkan ruang terbuka publik seluas 6.000 meter persegi tersebut. Revitalisasi bertujuan agar fasilitas tersebut kembali nyaman dan terawat. Selain itu, juga bisa menjadi alternatif aktivitas warga di tengah ramainya pusat kota.
Taman Hutan Bondas memiliki sejumlah fasilitas. Di antaranya pohon rindang, area bermain anak, skatepark, lintasan joging, hingga perpustakaan umum. Namun, potensi itu dinilai belum didukung perawatan yang optimal. Wali Kota Batu Nurochman menyoroti kondisi fisik taman yang perlu dibenahi. Di antaranya rumput yang mulai menipis dan tumpukan daun kering yang mengurangi keasrian kawasan.
Baca Juga: Tersangka Korupsi Pasar Induk Among Tani Kota Batu Sebut Aliran Dana Rp 262 Juta Masih Didalami
“Kita punya aset yang mestinya harus kita optimalisasikan,” tegasnya. Penataan direncanakan berlangsung bertahap. Pria yang akrab disapa Cak Nur itu berjanji revitalisasi tidak akan menghilangkan fasilitas utama yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Area bermain anak dan skatepark dipastikan tetap dipertahankan. Bahkan, dua fasilitas tersebut bakal dilakukan peningkatan standar keamanan dan kenyamanan.
Pemkot juga berencana menambah fasilitas olahraga. Misalnya, seperti sepeda statis. Lanskap taman juga akan turut ditata ulang. Selain itu, Cak Nur mewacanakan kehadiran kedai kopi dengan ukuran proporsional. Tujuannya untuk menghidupkan kembali aktivitas di kawasan tersebut. Keberadaan fasilitas tambahan itu diharapkan dapat menarik generasi muda dan wisatawan tanpa menggeser fungsi utama taman sebagai ruang publik.
Baca Juga: Karhutla Arjuno-Welirang Memasuki Kota Batu, 1 Kilometer Dari Jalur Pendakian
Revitalisasi Taman Hutan Bondas juga diarahkan untuk mengurai konsentrasi keramaian di pusat kota. Khususnya kawasan Alun-Alun Kota Batu. Taman itu diharapkan menjadi pilihan warga untuk berolahraga, bersantai, dan berekreasi bersama keluarga. “Yang paling penting, tantangan ke depan adalah konsistensi perawatan agar fasilitas publik ini tetap terjaga dalam jangka panjang,” pungkas Nurochman.
Editor : Fajar Andre Setiawan