KOTA BATU, RADAR BATU – Aktivitas pendakian di Gunung Arjuno–Welirang melalui jalur resmi kawasan Tahura Raden Soerjo kembali dibuka mulai Rabu (7/5). Salah satu jalur favorit, yakni via Sumberbrantas, juga kembali dapat diakses setelah sempat ditutup beberapa bulan.
Pembukaan ini dilakukan setelah UPT Tahura Raden Soerjo melakukan monitoring kondisi kawasan. Hasilnya, jalur pendakian dinyatakan aman dilalui setelah proses pembersihan rampung dan cuaca berangsur stabil seiring menurunnya intensitas hujan.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini menjelaskan bahwa pembukaan jalur tetap disertai sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi pendaki.
“Pemesanan tiket dilakukan secara daring melalui aplikasi SiPenerang. Sudah bisa diakses mulai Minggu (4/5),” ujarnya.
Baca Juga: Dari Kafe Sampai Bukit Bintang, Ini Cara Anak Muda Batu Habiskan Waktu Senggang
Sistem daring tersebut diterapkan untuk mengatur kuota pendaki sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi. Selain itu, pendaki diwajibkan memahami dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku selama pendakian.
Meski dibuka kembali, pengelola menegaskan bahwa status jalur bersifat situasional. Pendakian bisa kembali ditutup sewaktu-waktu jika terjadi cuaca ekstrem atau kondisi darurat yang berisiko terhadap keselamatan.
Pembukaan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas wisata alam di kawasan Arjuno–Welirang, terutama jalur Sumberbrantas yang selama ini menjadi salah satu rute favorit pendaki.
Baca Juga: Amaranta Terrace, Kafe Bergaya Belanda dengan Konsep Unik di Kota Batu
Di sisi lain, pendaki diingatkan untuk mempersiapkan diri secara matang. Mulai dari kondisi fisik, perlengkapan, hingga pemahaman medan. Kepatuhan terhadap aturan menjadi faktor penting untuk memastikan keselamatan selama pendakian.
Terpisah, Kepala RPH 04 Tahura Raden Soerjo, Choir Maulana, menyebut ketentuan pendakian tidak mengalami perubahan.
“Ini menjadi momentum bagi pendaki yang sudah lama menunggu, setelah jalur ditutup sejak sekitar November lalu karena faktor cuaca dan pemulihan jalur,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian