BATU, RADAR BATU – Sepinya kunjungan wisata dan rusaknya sejumlah fasilitas tak membuat aktivitas di Pasar Wisata Songgoriti benar-benar berhenti. Di tengah kondisi yang lesu, belasan hingga sekitar 20 pedagang masih bertahan membuka lapak hampir setiap hari.
Mereka memilih tetap berjualan demi menjaga Pasar Songgoriti tidak benar-benar mati.
Meski pembeli minim dan risiko merugi terus membayangi, para pedagang mengaku bertahan karena tidak ingin pasar kehilangan denyut aktivitas.
Baca Juga: Libur Lebaran Tak Mampu Angkat Ekonomi Songgoriti
“Kalau tidak ada yang datang berjualan, rasanya malah seperti pasar mati,” ujar Sriani, salah satu pedagang yang hampir setiap hari membuka lapak.
Sriani mengaku hanya sesekali libur, biasanya Senin atau Jumat. Sementara saat akhir pekan dan hari libur, ia justru datang lebih pagi dengan harapan wisatawan datang dan penjualan meningkat.
Namun kondisi pada hari biasa jauh dari ideal.
Baca Juga: Kopi Pait Promosikan Songgoriti lewat Musik
Menurutnya, jumlah pedagang yang buka terkadang bahkan tidak sampai 10 orang.
Sebagai pedagang buah dan sayur, ia kerap harus menanggung kerugian karena barang dagangan membusuk sebelum laku terjual.
Situasi serupa juga dialami pedagang lain.
Sepinya pasar membuat sebagian pedagang memilih hanya datang pada waktu tertentu yang dinilai masih berpotensi ada pembeli.
Salah satunya Arlikah. Ia mengaku kini lebih selektif menentukan hari untuk berjualan.
“Kalau pas hari efektif dan suasana jauh dari musim liburan, saya tidak hadir berjualan,” ujarnya.
Keputusan itu diambil karena biaya operasional dinilai tak sebanding dengan hasil penjualan.
Arlikah mengaku harus mengeluarkan ongkos tambahan untuk transportasi karena selama ini bergantung pada jasa ojek untuk berangkat dan pulang dari pasar.
Baca Juga: Wisata Songgoriti Kota Batu Siap Bersolek Tahun Ini
Kondisi itu makin berat ketika dalam sehari tidak ada satu pun barang yang terjual.
“Kadang tidak ada yang terjual dalam sehari, padahal harus bayar ojek juga. Jadinya tidak untung malah buntung,” keluhnya.
Di tengah tekanan ekonomi tersebut, para pedagang berharap ada perhatian serius dari pihak terkait untuk menghidupkan kembali pasar wisata yang pernah menjadi salah satu denyut ekonomi warga Songgoriti itu.
Harapan itu mengarah pada revitalisasi fasilitas, perbaikan kawasan, hingga upaya mendongkrak kembali kunjungan wisatawan.
Para pedagang menilai, tanpa intervensi nyata, kondisi pasar berpotensi makin terpuruk.
Editor : Aditya Novrian