BATU – Car Free Day (CFD) MBatu Sae tak hanya jadi ruang olahraga dan wisata kuliner saja. Setiap akhir pekan, kawasan ini juga menjelma pasar kreatif, tempat berbagai produk unik dijajakan. Salah satunya hewan mungil yang tengah digandrungi banyak pengunjung yakni hamster.
Di antara deretan Penjual Kaki Lima (PKl), lapak milik Reni Kartika warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu paling sering menarik perhatian. Di sana, anak-anak tampak antusias melihat hamster-hamster kecil berlarian di wadah transparan. “Banyak yang datang hanya untuk lihat-lihat, tapi tidak jarang akhirnya beli,” ujar Reni kemarin (2/11).
Sudah dua tahun Reni menekuni budidaya hamster. Ia menjual dua jenis yang paling diminati yakni Syrian dan Winterwhite. Harganya Rp20-50 ribu per ekor tergantung ukuran dan jenis. “Kalau yang Winterwhite paling laku. Ukurannya kecil dan perawatannya mudah,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan CFD, Reni juga memanfaatkan live TikTok untuk menjangkau pembeli luar daerah. “Banyak pesanan dari Sidoarjo dan Blitar. Setiap minggu bisa kirim sampai seratus ekor,” ujarnya bangga.
Meski begitu, penjualannya di CFD cukup fluktuatif. “Kemarin cuma laku lima ekor, tapi minggu lalu bisa sampai 25 ekor,” katanya. Ia menyebut hamster yang dijual rata-rata berusia minimal satu bulan.
Senada, Muhammad Bahrul, pedagang hamster lainnya, menilai CFD Batu menjadi lokasi potensial untuk jual beli hewan peliharaan kecil Bahrul biasanya berjualan sejak pukul 06.00-09.00 pagi. Dia biasanya juga berjualan di kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu. “Saya ambil stok dari peternak lokal. Rata-rata terjual 5 sampai 10 ekor setiap kali CFD,” ungkapnya.
Daya tarik hamster di CFD juga dirasakan pengunjung. Naufal Ihza, warga Kediri, mengaku tertarik membeli hamster jenis Winterwhite di lapak Reni untuk keponakannya. “Lucu banget, harganya juga lebih murah. Di Kediri bisa Rp35 ribu, di sini cuma Rp20 ribu,” ujarnya.
Ia mengaku baru pertama kali datang ke CFD MBatu Sae. “Ternyata yang dijual beragam, bukan cuma makanan. Seru dan cocok buat jalan-jalan keluarga,” katanya.
Fenomena ini menunjukkan, CFD MBatu Sae tak sekadar menjadi ruang olahraga dan rekreasi saja. Lebih dari itu, kegiatan mingguan ini menjadi wadah kreativitas dan ekonomi mikro warga Kota Batu.
Dari hamster mungil hingga kuliner unik, semuanya menyatu dalam semangat wirausaha warga yang terus tumbuh. (adv/dia/dre)
Editor : A. Nugroho