BUMIAJI - Tren foto berlatar belakang kebun bunga sedang naik daun. Wajar bila kunjungan ke kebun bunga di Kota Batu terus meningkat. Itu dimanfaatkan pemilik kebun untuk merambah ke bisnis pariwisata. Bahkan, kini mereka sudah berani menaikkan tarifnya.
Seperti yang dilakukan salah seorang pemilik kebun bunga hortensia di Kecamatan Bumiaji, Dayat. Dia kini mematok tarif tiket masuk sebesar Rp 10 ribu. Sebelum ini, tarifnya hanya separonya yakni Rp 5 ribu. Itu dilakukan lantaran tren kunjungan terus meningkat.
Pada hari-hari biasa, Dayat bisa menerima 200 kunjungan. Namun, saat akhir pekan dan hari libur, kunjungan bisa meningkat dua kali lipat. Kenaikan tarif tiket masuk bukan semata-mata memanfaatkan situasi saja. Melainkan juga untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pengunjung.
Misalnya, untuk kebutuhan perawatan. Sehingga, kualitas bunga bisa makin bagus. Otomatis hasil foto yang didapatkan pengunjung juga bisa lebih estetik.
“Awalnya di sini memang khusus budidaya saja, bukan objek wisata,” katanya.
Bisnis wisata kebun bunga bermula dari beberapa wisatawan yang tak sengaja lewat kemudian mampir ke kebunnya. Tentu saja tujuannya berfoto dan membuat konten untuk media sosial. Tak disangka unggahan dari salah satu wisatawan viral. Dari situlah mulai banyak pengunjung yang berdatangan silih berganti.
Uang tiket masuk lebih banyak digunakan perawatan. Mengingat jenis tanaman bunga tidak mendapat subsidi pupuk dari pemerintah. Ditambah perawatan bunga saat musim hujan seperti sekarang harus lebih ekstra. Sebab, udara yang lembab membuat bunga kecil dan tidak bisa mekar sempurna. Selain itu, juga rawan busuk.
“Makanya kami harus pakai pupuk yang lebih bagus,” tegasnya.
Tidak hanya itu, membuka kebun sebagai objek wisata juga memiliki risiko. Terutama rusaknya tanaman karena terinjak-injak pengunjung. Sementara, pria asal Desa Sumberbrantas itu mengatakan bibit bunga hortensia lumayan mahal.
Senada dengan itu, Pengelola Ladang Bunga Matahari Intania Azizah juga baru saja menaikkan tarif tiket masuk dari Rp 10 ribu menjadi Rp 20 ribu. Di hari-hari biasa angka kunjungan bisa mencapai 100 orang.
“Bisa lebih kalau weekend,” ucapnya.
Sama dengan perawatan bunga hortensia, pupuk untuk bunga matahari juga mahal. Selain itu, saat musim hujan juga rawan busuk dan muncul bintik-bintik pada bunga. Bunga matahari hanya sekali mekar
(ori/dre)
Editor : A. Nugroho