Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Gunung Buthak 2025: Larangan Pendakian Tektok dan Via Sirah Kencong yang Akan Segera Dibuka

A. Nugroho • Rabu, 21 Mei 2025 | 19:25 WIB

 

Postingan di akun instagram resmi Gunung Buthak @buthak_panderman_mountain  dan @mountainbokong yang menginformasikan terkait larangan pendakian tektok.
Postingan di akun instagram resmi Gunung Buthak @buthak_panderman_mountain dan @mountainbokong yang menginformasikan terkait larangan pendakian tektok.

BATU – Awal tahun 2025 membawa kabar penting bagi para pencinta alam. Pendakian tektok (naik-turun tanpa bermalam) di Gunung Buthak kini resmi dilarang oleh pihak basecamp dan pengelola jalur pendakian. Larangan ini dibuat demi keselamatan pendaki dan kelestarian alam.

Beberapa insiden serius menjadi latar belakang larangan ini. Mulai dari kelelahan ekstrem, hipotermia, hingga kasus pendaki yang harus dievakuasi karena kejang, menunjukkan risiko besar saat pendakian tektok dilakukan tanpa persiapan matang. Kini, pendaki wajib bermalam minimal satu malam sebagai syarat pendakian.

Baca Juga: Gunung Buthak: Destinasi Pendakian Eksotis yang Wajib Dikunjungi Usai Lebaran 2025

Selain faktor keselamatan, kebijakan ini juga ditujukan untuk menekan dampak lingkungan, terutama dari pendaki yang terburu-buru dan sering meninggalkan sampah di sepanjang jalur. Prosedur pendakian pun diperketat, mulai dari registrasi online, pengecekan logistik, hingga inspeksi sampah bawaan.

Di samping itu, di waktu yang akan mendatang, Gunung Buthak menegaskan dua jalur resmi yang dapat dipilih pendaki: via Panderman (Kota Batu) dan via Sirah Kencong (Blitar). Masing-masing jalur menawarkan karakteristik berbeda yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pendaki. Kedua jalur ini telah diakui pengelola sebagai rute legal dan aman.

Baca Juga: War Tiket Gunung Arjuno Dimulai! Pendaki Siap Tempur Rebut 500 Kuota per Hari di Cangar

Jalur Panderman dikenal dengan suasana hutannya yang rimbun dan teduh. Pendakian dimulai dari ladang warga, lalu masuk hutan lebat, dengan medan relatif landai hingga Pos 3, dan mulai menanjak setelah Pos 4. Setelah Pos 5, pendaki akan menjumpai padang savana yang luas dan indah: tempat favorit untuk mendirikan tenda sebelum summit.

Durasi pendakian Panderman memakan waktu 8 hingga 10 jam secara normal. Jalur ini sangat cocok untuk pendaki pemula hingga menengah, terutama yang datang dalam kelompok besar. Akses menuju basecamp cukup mudah, meski butuh ojek tambahan ke titik awal pendakian.

Sebaliknya, jalur Sirah Kencong menawarkan pengalaman berbeda dengan medan yang lebih curam. Pendakian diawali dengan hamparan kebun teh, lalu masuk ke tanjakan panjang hutan pinus. Selepas Pos 2, vegetasi mulai terbuka dan tanjakan semakin menantang.

Baca Juga: Benarkah Air Sumber di Gunung Bisa Langsung Diminum? Ini Risiko dan Cara Amannya!

Jalur ini lebih pendek namun menuntut fisik yang lebih prima, dengan waktu tempuh sekitar 7–8 jam. Sumber air hanya tersedia di satu titik, yakni Wukir Negoro, sehingga pendaki wajib membawa logistik air yang cukup. Jalur ini cocok bagi pendaki yang mencari tantangan fisik dan suasana lebih sepi.

Meski lebih berat, jalur Sirah Kencong menyuguhkan pemandangan luar biasa, termasuk sabana, edelweiss, dan panorama Blitar dari ketinggian. Namun, fasilitas basecamp di jalur ini masih sederhana jika dibandingkan dengan Panderman. Pendaki perlu lebih mandiri dalam hal persiapan peralatan dan logistik.

Panduan memilih jalur pendakian Gunung Buthak Via Panderman vs Via Sirah Kencong.
Panduan memilih jalur pendakian Gunung Buthak Via Panderman vs Via Sirah Kencong.

Untuk membantu menentukan pilihan, berikut perbandingan singkat kedua jalur: Panderman cenderung lebih landai, ramai, dan cocok untuk pemula, sementara Sirah Kencong lebih menanjak, sepi, dan menantang secara fisik. Keduanya memiliki pesona masing-masing, tergantung pengalaman dan tujuan pendakian Anda.

Pihak pengelola juga mengingatkan pentingnya persiapan fisik dan mental sebelum mendaki. Perubahan cuaca di Gunung Buthak bisa ekstrem, dengan suhu dingin dan kabut tebal terutama malam hari. Oleh karena itu, perlengkapan seperti jaket tebal, jas hujan, headlamp, dan alas kaki yang memadai wajib dibawa.

Baca Juga: Kelihatan Sepele, tapi Bisa Bahaya: Jangan Bawa Barang-barang Ini ke Gunung atau Hal Ini Akan Terjadi!

Larangan pendakian tektok ini juga menjadi pengingat bahwa mendaki bukan soal cepat sampai puncak, tapi tentang menikmati proses dan menjaga alam. Patuhi prosedur, ikuti jalur resmi, dan jangan tinggalkan sampah apapun di gunung. Alam akan tetap indah jika kita mendakinya dengan sadar dan bertanggung jawab.

Dengan pengelolaan jalur yang makin baik, Gunung Buthak tetap jadi primadona pendaki Jawa Timur. Nikmati keindahan padang savana dan hutan lebatnya, tapi jangan abaikan keselamatan dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Pendakian bukan sekadar petualangan, tapi komitmen menjaga warisan alam untuk generasi selanjutnya. (my)

Editor : A. Nugroho
#wisata alam #pendakian #sirah kencong #jalur resmi #tektok #Gunung Buthak