Terbuka terhadap masukan pengunjung jadi alasan Batu Night Spectacular (BNS) tetap bertahan dan menjadi favorit pengunjung. Banyak wahana permainan ramah anak yang mereka hadirkan. Dua tempat lain juga tak kalah inovatif dalam menghadirkan wahana dan pertunjukan.
Kota Batu tak pernah tidur.
Julukan itu tampaknya tak berlebihan.
Sebab, wahana wisata di Kota Batu cukup beragam.
Operasionalnya tak hanya berlangsung sampai sore hari saja.
Ada juga yang beroperasi sampai malam hari.
Yang paling terkenal tentu Batu Night Spectacular (BNS).
Wahana yang berada di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu itu merupakan gabungan dari taman bermain, pasar malam, dan sentra kuliner.
Dengan luas wilayah 3,5 hektare, BNS menawarkan 25 wahana bermain dan berbagai fasilitas lainnya.
”BNS hadir karena dulu kawasan ini (Oro-Oro Ombo) sepi saat malam hari. Pihak pemilik BNS melihatnya sebagai peluang untuk meramaikan kawasan ini,” terang Syahfreal Dion Kusuma, Marketing BNS.
Berbeda dengan kebanyakan taman bermain yang tutup menjelang petang, BNS mulai buka pukul 15.00.
Dan, tutup pada 23.00.
Jam operasional itu menjadikannya alternatif wisata malam yang ramah keluarga.
”Salah satu keunggulan kami yaitu jam operasional hingga malam hari. Selain itu hawa dingin di kawasan ini (Oro-Oro Ombo) juga lebih terasa,” tambah Syahfreal.
Meski sudah beroperasi selama 17 tahun, BNS masih menjadi destinasi favorit untuk wisata malam.
”Kalau sedang musim liburan bisa sampai 2.000 pengunjung per hari. Tahun lalu kami pernah menerima 3.000 kunjungan wisatawan sehari. Itu yang paling tinggi sejak BNS beroperasi,” tambah pria yang akrab disapa Real itu.
Selain wahana bermain, nuansa nostalgia juga bisa dirasakan pengunjung.
”BNS itu seperti pasar malam, tapi yang sudah upgrade. Ada rasa nostalgia, namun juga ada sesuatu yang baru setiap kali datang,” ujar Ni’am Lestari, 37, wisatawan asal Kecamatan Tandes, Kota Surabaya yang datang bersama dua anaknya.
Pengunjung anak-anak bisa bermain dengan aman di sana.
Sementara para orang tua bisa menikmati sajian kuliner atau mencoba Trick Art Gallery dan Cinema 4D.
Bagi yang gemar memacu adrenalin, rumah hantu bisa menjadi pilihan.
”Biasanya kalau malam bingung mau kemana, apalagi kalau bawa anak. Nah, di BNS ini enaknya semua bisa senang, dari anak kecil sampai orang tua,” kata Hendra Maulana, 29, warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Beragamnya wahana di sana tak lepas dari masukan para pengunjung.
”Dulu lebih banyak wahana untuk dewasa yang memacu adrenalin. Tapi dari masukan pengunjung, kami diminta untuk memperbanyak wahana yang ramah anak,” kata Ervianto, Supervisor Wahana bermain BNS.
Berdasar masukan itu pula, pihaknya telah menambahkan tiga wahana bermain bagi anak.
”Kami baru menambahkan Little Chicken Run, Busy Cowboys dan Air Bus,” tambah Ervianto.
Dia juga memastikan keamanan wahana bagi pengunjung.
”Tiap wahana ada satu operator. Setiap pagi kami lakukan pengecekan terkait kelengkapan dan keamanan permainan. Jadi saat jam operasional semua sudah dipastikan aman,” pungkas Ervianto.
Pengelola BNS membagi tiket dalam dua kategori.
Tiket reguler seharga Rp 45 ribu saat weekday dan 65 ribu saat weekend.
Untuk tiket terusan, pengunjung perlu merogoh kocek Rp 115 ribu saat weekday dan Rp 125 ribu saat weekend. (wb4/by)
Editor : Aditya Novrian