BATU - Paralayang di Gunung Banyak, Kecamatan Batu masih menjadi objek wisata andalan.
Setiap harinya tak kurang dari 300 wisatawan datang ke sana.
Jumlah kunjungan tersebut bisa naik 5-6 kali lipat saat akhir pekan.
Ironisnya, tandem paralayang masih kurang diminati.
Bahkan, belum keruan sehari ada wisa- tawan yang ingin terbang.
Master Tandem Paralayang Gunung Banyak Taufiq mengatakan kunjungan wisata ke paralayang masih cukup tinggi.
Sayangnya, jasa tandem paralayang masih belum diminati wisatawan.
Kemungkinan besar lantaran tarifnya yang lumayan mahal.
“Sekali flight dengan tandem pilot paralayang kami kenakan tarif Rp 400 ribu,” ungkapnya.
Tarif tersebut khusus untuk wisatawan lokal. Untuk wisatawan mancanegara dipatok tarif Rp 500 ribu.
Saking sedikitnya wisatawan yang terbang, Taufiq menyebut peluangnya satu banding seribu.
“Sebenarnya banyak yang pengen. Pas tau harganya mereka langsung balik badan,” ujarnya.
Taufiq menyampaikan ada 20 pilot paralayang yang bertugas sebagai tandem.
Dia membeberkan harga tiket terbang sudah disesuaikan dengan kebutuhan operasional.
Termasuk untuk biaya perawatan.
Hampir 50 persen dari harga tiket masuk sebagai dana operasional.
Maklum, objek wisata paralayang dikelola secara mandiri.
Untuk meningkatkan peminat, biasanya tiap pilot melakukan promosi masing-masing melalui akun media sosialnya.
Promosi lewat cara itu dinilai lebih efektif.
Beberapa wisatawan yang datang untuk terbang kebanyakan mendapat referensi melalui media sosial.
Apalagi sebentar lagi akan memasuki momen libur natal dan tahun baru (nataru).
Upaya promosi akan lebih digetolkan lagi.
Berkaca tahun lalu, saat momen nataru para pilot bisa menerbangkan sebanyak 50 wisatawan.
Pihaknya berharap tahun ini setidaknya seramai tahun lalu.
Meski tentu saja ia berharap jumlahnya akan jauh lebih banyak.
“Promosi di media sosial bertujuan untuk menyasar segmentasi yang lebih luas,” tandasnya.
Terpisah, Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengaku terus memberikan dukungan untuk memajukan semua objek wisata.
Salah satunya dengan datang dan mencoba langsung sensasi setiap atraksi wisata yang disajikan.
Termasuk mencoba terbang menggunakan paralayang bersama pilotnya.
Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati sunset, sunrise, dan pemandangan citylight dari atas bukit saja.
Melainkan juga tertarik menikmati sensasi terbang menikmati pemandangan Kota Wisata Batu ketinggian di udara.
“Saya bebe- rapa kali ke paralayang menikmati sunrise dan tandem paralayang,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana