BATU - Bulan depan angka kunjungan wisata diprediksi bakal melonjak 75 persen.
Pasalnya, sejauh ini sejumlah destinasi wisata di Kota Batu masih menjadi primadona wisatawan dari berbagai daerah.
Terutama wilayah Surabaya Raya.
Puncak lonjakan kunjungan wisata tersebut diprediksi terjadi mulai musim libur natal dan tahun baru (Nataru) 2025.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Arief As Shiddiq.
Dia mengatakan angka kunjungan wisata saat ini berkisar 1520 ribu per harinya.
Itu artinya, Desember nanti kunjungan wisata diperkira kan mencapai 35 ribu per harinya.
“Wisata alam dan wisata buatan masih menja di andalan kita,” ujarnya.
Arief menyampaikan jumlah kunjungan wisata masih seret hingga November ini.
Sebab, jumlah kunjungan masih berada di angka 8 juta.
Padahal target tahun ini mencapai 12 juta kunjungan.
Itu artinya target kunjungan wisata masih tersisa 4 juta lagi.
Itu harus dicapai dalam waktu yang relatif singkat. Yakni sekitar satu bulan saja.
“Kami berharap momen Nataru 2025 bisa menutup target tersebut,” ujarnya.
Destinasi wisata yang menjadi andalan tahun ini masih sama seperti tahuntahun sebelumnya.
Yakni Alun Alun Kota Wisata Batu, Jawa Timur Park, Selecta, dan beberapa kampung tematik.
Arief menambahkan tren wisatawan di musim nataru berbeda dengan weekend.
Saat akhir pekan, kunjungan wisata didominasi wisa tawan dari sekitar Kota Batu saja.
Seperti Surabaya Raya dan mataraman.
Namun, saat libur panjang akhir tahun asal wisatawan lebih variatif.
Mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, bahkan sampai Sumatera.
“Tak terkecuali wisatawan mancanegara juga cukup ramai datang ke Kota Batu,” tambahnya.
Dirinya berharap kunjung an wisata akhir tahun ini mampu mengangat sektor pariwisata.
Termasuk untuk menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).
Pasalnya, kunjungan wisata selalu mem berikan efek domino terhadap sektor lainnya.
Seperti hotel dan restoran. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana