Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

CFD Kota Batu Bisa Jadi Alternatif Destinasi Wisata Kuliner dan Budaya

Fajar Andre Setiawan • Senin, 7 Oktober 2024 | 18:14 WIB
MENARIK: Pengunjung CFD Kota Batu berburu kuliner sambil menikmati pertunjukan kesenian jaranan.
MENARIK: Pengunjung CFD Kota Batu berburu kuliner sambil menikmati pertunjukan kesenian jaranan.

BATU - Event car free day (CFD) di Kota Batu bakal semakin seru.

Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan terus melakukan penataan sentra kuliner dan kesenian di sana.

Itu bertujuan agar CFD bisa menjadi alternatif destinasi wisata pagi.

Sehingga, wisatawan tidak hanya bisa berolahraga saja.

Namun, juga berburu kuliner dan menikmati pertunjukan seni.

Ratusan warga tampak memadati area CFD kemarin (6/10).

Para pedagang street food langsung diserbu pengunjung setelah senam bersama.

Maklum, harga jajanan di sana cukup ramah di kantong.

Mulai Rp 5 ribuan saja. Tidak hanya PKL kuliner saja, beberapa PKL penjual pakaian juga turut meramaikan CFD.

Sekda Kota Batu Zadim Efisiensi mengatakan akan melakukan penataan ulang PKL CFD.

Tujuannya agar PKL kuliner, PKL fashion, dan pertunjukan seni bisa memiliki blok-blok khusus.

Sehingga, itu bisa memudahkan pengunjung untuk menikmati sajian CFD Kota Batu.

“Kami berencana menyeragamkan booth PKL sehingga bisa tampak rapi,” ujarnya.

Zadim mengatakan pengadaan booth akan melalui corporate social responsibility (CSR).

Selain itu, pihaknya juga bakal mengundang vendor untuk mendatangkan mini playground.

Sehingga, CFD juga semakin ramah untuk anak anak.

“Yang terpenting bisa menjadi jujugan wisatawan,” tambahnya.

Beberapa kesenian juga dihadirkan untuk melengkapi hiburan di sana.

Seperti musik elektone, jaran kepang, hingga bantengan.

Seperti pertunjukan seni yang ditampilkan kemarin.

Atraksi jaran kepang sukses menyedot animo pengunjung.

Pasalnya, pelaku seni tersebut mayoritas masih anak-anak.

Mereka menampilkan tarian jaranan dengan lincah.

Suasana semakin semarak saat penari mengajak pengunjung untuk ikut menari.

Koordinator Sanggar Sambung Dulur Sekar Karya Manunggal Aris Dantumpret menyebut pertunjuk kannya sebagai masdaya.

Alias makan sambil menikmati seni dan budaya.

Tujuannya untuk mengajak masyarakat agar mencintai budaya lokal. (iza/dre/adv)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#budaya #kota batu #kuliner #cfd