Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

HTM Rp 10 Ribu, Ini Panduan Lengkap Destinasi Wisata Budaya dan Kerajinan di Kampung UMKM Rejoso Kota Batu

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 16 April 2024 | 18:41 WIB
Photo
Photo

KOTA BATU - Dusun Rejoso, bagian dari Desa Junrejo di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, dikenal dengan mayoritas penduduknya yang ahli dalam kerajinan kayu dan batu, terutama alat-alat dapur.

Lokasinya dapat diakses dengan tiket masuk seharga Rp 10 ribu dan berdekatan dengan Jatim Park 3 dan Bebek Sinjay Junrejo.

Untuk menuju lokasi ini, dapat mengikuti rute dari Bebek Sinjay Junrejo.

Ambil arah selatan menuju Jalan Ir. Soekarno/Jalan Raya Mojorejo sejauh 46 m, lalu belok kanan ke Jalan Ir. Soekarno/Jalan Raya Mojorejo sejauh 110 m.

Setelah itu belok kiri ke Jalan Patimura sejauh 93 m.

Kemudian, belok kanan ke Jalan Trunojoyo sejauh 450 m, dan belok kanan di Jalan AP. III Katjoeng Permadi sejauh 350 m, tempatnya berada di sebelah kiri.

Di kampung ini, terdapat beragam perabotan rumah tangga hasil olahan sendiri oleh warga, baik dari kayu, seng, plastik, dan lainnya.

Penduduk menerima pembinaan dari dinas dan pemerintah, termasuk pelatihan kewirausahaan, pembinaan pemuda-pemudi dari perguruan tinggi, serta pelatihan terkait pariwisata.

Namun, masih kurangnya perhatian dan bantuan pendanaan menyebabkan pelaku UMKM di kampung ini kesulitan meningkatkan usahanya.

Sebanyak 45 pelaku UMKM aktif di kampung ini, sebagian besar telah berkecimpung dalam bidang kriya sejak tahun 1970-an.

Mereka menghasilkan souvenir, cobek dari batu, dan berbagai olahan kayu seperti telenan, tas, alat pijat, lumpang, glender, dan panci.

Di sekitar lokasi juga tersedia fasilitas kampung UMKM termasuk penginapan, tempat ibadah, kios souvenir, dan balai pertemuan.

Kampung UKM ini berdekatan dengan Jatim Park 3, sebuah tempat wisata populer.

Setiap tahun pada tanggal 17 Agustus, Desa Junrejo menggelar acara wisata budaya bernama Andong-andong di mana setiap punden-punden di desa tersebut menjadi tempat perayaan, menggambarkan tradisi silaturahmi.

(Aisyah Nur Shabrina/fin)

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kerajinan #wisata kota batu