KOTA BATU - Jalur pendakian Gunung Panderman melalui Jalur Dukuh Toyomerto mengarahkan pendaki melewati 3 pos pendakian yang perlu dilalui.
Pertama-tama, menuju ke Desa Pesanggrahan dari Alun-Alun Batu, dengan mengarah ke barat dan belok kiri di perempatan kedua.
Ketika sampai di sebuah perempatan, gapura Wisata Gunung Panderman di sebelah kanan menjadi penanda masuk ke Desa Pesanggrahan.
Selama perjalanan, pendaki akan menemui 3 pos pendakian.
Pendaki dapat menitipkan kendaraan di pos pendakian, dengan biaya HTM atau simaksi sebesar Rp 7.000 per pendaki.
Setiap pos pendakian memiliki jalur dan informasi yang berbeda:
- Pos Pendaftaran – Pos 1 Sumber Air Gunung Panderman:
Pendakian dimulai dengan jalur yang relatif mudah hingga sampai di Pos 1, yang merupakan salah satu sumber air.
Waktu tempuh dari pos pendaftaran ke pos 1 adalah 1 jam.
- Pos 1 – Pos 2 Latar Ombo Gunung Panderman:
Setelah istirahat, perjalanan dilanjutkan ke Pos 2, atau dikenal juga sebagai Pos Latar Ombo.
Jalur pendakian mulai menanjak dan melewati semak belukar. Waktu tempuh dari Pos 1 ke Pos 2 adalah 1 jam.
- Pos 2 – Pos 3 Watu Gede Gunung Panderman:
Dari Pos Latar Ombo, perjalanan dilanjutkan ke Pos 3 atau Pos Watu Gede Gunung Panderman.
Perjalanan semakin menanjak dan dari sini pendaki bisa menikmati pemandangan Gunung Arjuno Welirang dan sebagian Kota Batu.
Waktu tempuhnya sekitar 1 jam.
- Pos 3 – Puncak Basundara 2045 mdpl Gunung Panderman:
Pos terakhir adalah menuju Puncak Basundara Gunung Panderman.
Jalur menuju puncak agak terjal dengan kemiringan sekitar 80 derajat.
Pendaki harus berhati-hati karena ada batuan yang bisa terlepas dari pijakan.
Waktu tempuh dari Pos 3 ke puncak Gunung Panderman adalah sekitar 30 menit.
Jalur ini merupakan salah satu opsi yang dapat dipilih untuk mendaki Gunung Panderman.
(Aisyah Nur Shabrina/fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana