Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena “Social Hangover” pada Siswa, Simak Penjelasannya

C
Penulis: Choirun Nisa❯
Ilustrasi seseorang yang mengalami kehabisan energi untuk melakukan aktivitas apapun (Sumber: Medium)
Ilustrasi seseorang yang mengalami kehabisan energi untuk melakukan aktivitas apapun (Sumber: Medium)

Advertisement

BATU, RADAR BATU – Fenomena social hangover mulai banyak dirasakan oleh pelajar dan generasi muda setelah terlalu lama bersosialisasi atau berada di lingkungan ramai. Kondisi ini membuat seseorang merasa sangat lelah secara mental maupun emosional setelah nongkrong, berkumpul dengan teman, atau mengikuti aktivitas sosial dalam waktu lama.

Sekilas, berkumpul bersama teman memang terasa menyenangkan. Namun, tanpa disadari, aktivitas sosial juga membutuhkan energi mental yang cukup besar. Akibatnya, sebagian siswa merasa kehabisan energi, sulit fokus, hingga ingin menyendiri setelah terlalu banyak berinteraksi.

Aktivitas Sosial Bisa Menguras Energi Mental Siswa

Dilansir dari laman Beautynesia, social hangover merupakan kondisi ketika seseorang merasa lelah, murung, atau kehilangan energi setelah melakukan aktivitas sosial. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh siswa yang introvert, tetapi juga bisa dirasakan oleh siapa saja.

Saat berada di lingkungan sosial, otak bekerja aktif memproses percakapan, ekspresi wajah, suasana sekitar, hingga respons emosional orang lain. Aktivitas tersebut membuat otak terus menerima stimulus dalam jumlah besar.

Advertisement

Akibatnya, setelah kegiatan sosial selesai, siswa membutuhkan waktu untuk memulihkan energi mentalnya. Banyak pelajar akhirnya memilih tidur, mendengarkan musik, bermain sendiri, atau mengurangi interaksi sementara waktu agar kembali merasa nyaman.

Selain itu, suasana ramai, kebisingan, hingga tekanan untuk selalu aktif saat nongkrong juga dapat menyebabkan overstimulasi pada sistem saraf. Kondisi ini membuat siswa merasa cepat lelah, mudah cemas, bahkan sulit berkonsentrasi setelah berkegiatan sosial.

Tidak Hanya Introvert, Semua Siswa Bisa Mengalaminya

Laman The Franker Message menjelaskan bahwa kondisi serupa juga dikenal dengan istilah introvert hangover, yaitu kelelahan fisik dan mental akibat terlalu banyak stimulasi sosial.

Beberapa siswa biasanya mengalami gejala seperti sakit kepala, sulit fokus, tubuh terasa lemas, suasana hati menurun, hingga keinginan kuat untuk menyendiri setelah menghadiri acara sosial atau berkumpul dalam waktu lama.

Advertisement

Artikel Terkait

Dana PIP Rp 3,3 Miliar Disalurkan untuk 8.283 Siswa Kota Batu, Prioritas Desil 1-4

Dana PIP Rp 3,3 Miliar Disalurkan untuk 8.283 Siswa Kota Batu, Prioritas Desil 1-4

Kota Batu siapkan Rp3,3 miliar dana PIP 2026 untuk 8.283 siswa, utamakan peserta didik keluarga Desil 1–4 DTSEN.

Sering Main TikTok? Ini Dampak Buruk Video Pendek bagi Fokus Belajar Siswa

Sering Main TikTok? Ini Dampak Buruk Video Pendek bagi Fokus Belajar Siswa

Kebiasaan mengonsumsi konten digital berdurasi singkat di media sosial dinilai memengaruhi kemampuan fokus siswa saat belajar.

Ini Alasan Buku Fiksi Bisa Mengasah Empati Siswa

Ini Alasan Buku Fiksi Bisa Mengasah Empati Siswa

Berbeda dengan aktivitas menonton film yang menyajikan visualisasi jadi, fiksi membangun simulasi mental yang lebih kompleks.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer