BATU, RADAR BATU - Dunia sepak bola kembali menghadirkan cerita di balik ajang besar Piala Dunia 2026. Di tengah atmosfer pertandingan sengit dan sorak-sorai tribun, salah seorang suporter asal Republik Demokratik Kongo (RD Kongo), Michel Kuka Mboladinga atau biasa dikenal dengan julukan “Lumumba Vea” mencuri perhatian para pecinta bola karena aksi uniknya.
Pria berusia 49 tahun itu hadir mendukung tanah kelahirannya Kolombia vs Republik Demokratik Kongo yang digelar di Stadion Guadalajara, Meksiko, Selasa (23/6).
Sepanjang 90 menit pertandingan berjalan, pria yang dijuluki Statue Man dari Kongo tersebut berdiri kokoh tanpa bergerak bak patung. Ia tampil sangat mencolok dengan mengenakan jas merah khas bendera Kongo, pantalon biru, kacamata vintage, dan pose tangan kanan terangkat.
Baca Juga: Kawal Piala Dunia 2026 Tanpa Kelaparan, Intip 3 Promo Makanan Cepat Saji Teman Setia Nobar
Aksi ikonik tersebut berhasil menarik atensi para pecinta bola hingga beredar luas di media sosial dan menjadi salah satu momen unik yang mewarnai Piala Dunia 2026.
Aksi unik tersebut nyatanya tidak sekadar cari perhatian belaka. Mboladinga sengaja meniru gaya berpakaian dan pose ikonik patung Patrice Lumumba di Kinshasa, yakni tokoh kemerdekaan sekaligus perdana menteri pertama Republik Demokratik Kongo yang hingga kini dihormati sebagai pahlawan nasional.
Pose tersebut sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap tokoh penting di negaranya sekaligus sebagai simbol perdamaian, kebebasan, dan penghormatan terhadap sejarah negaranya.
Baca Juga: Bersaing dengan Messi dan Mbappé, Erling Haaland Tampil Menggila di Piala Dunia 2026
Lumumba vea merupakan suporter ikonik dari RD Kongo yang tercatat telah melakukan aksi tersebut lebih dari satu dekade. Sejak 2013, ia hadir di pertandingan RD Kongo dan melakukan gestur demikian.
Popularitasnya mulai muncul ke permukaan sejak ajang Piala Afrika 2025. Saat itu, kamera siaran langsung kerap kali menyorot aksinya yang berdiri mematung di tribun tanpa ekspresi.
Tak sedikit warganet yang takjub dengan ketahanan fisiknya dan melabelinya sebagai salah satu suporter paling unik dalam sejarah sepak bola.
Editor : Aditya Novrian