Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Warga Tetap Bisa Lewat, Bus dan Truk Wajib Putar Jauh Selama Proyek Simpang Patih

Rori Dinanda Bestari • Rabu, 1 Juli 2026 | 16:00 WIB
DIBONGKAR TOTAL: Sejumlah lapak di kawasan Simpang Patih mulai dibongkar, beberapa waktu lalu. Pemkot Batu menyiapkan tiga opsi relokasi bagi pedagang terdampak penataan kawasan tersebut.
DIBONGKAR TOTAL: Sejumlah lapak di kawasan Simpang Patih mulai dibongkar, beberapa waktu lalu. Pemkot Batu menyiapkan tiga opsi relokasi bagi pedagang terdampak penataan kawasan tersebut.

BATU, RADAR BATU - Penutupan total Jalan Hasanudin di kawasan Simpang Patih selama proyek preservasi jalan membawa perubahan besar terhadap pola perjalanan menuju Kota Batu maupun arah Pujon.

Selama tiga bulan ke depan, bus pariwisata dan truk harus memutar cukup jauh melalui Jalan Suropati. Sementara kendaraan pribadi dialihkan melewati Jalan Mawar dan Jalan Melati yang berada di kawasan permukiman.

BACA JUGA: Jangan Asal Teguk! Rahasia Memilih Yoghurt yang Benar-Benar Sehat

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Batu Ahmad Supriyanto mengatakan jalur alternatif tersebut dipilih agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa membebani lingkungan permukiman dengan kendaraan berukuran besar.

Karena itu, bus dan truk tidak diizinkan melewati Jalan Mawar maupun Jalan Melati. Dishub memasang barrier di pintu masuk kedua jalan tersebut agar kendaraan besar tidak salah masuk.

BACA JUGA: Perkembangan OTT KPK di Kuansing: 10 Orang Diamankan, Bupati dan Sekda Masih Dicari

Meski jalan utama ditutup, warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek tetap diperbolehkan menggunakan akses terdekat menuju rumah masing-masing.

Untuk mengurangi potensi kemacetan, Dishub juga akan menempatkan personel di sejumlah titik rawan, khususnya saat akhir pekan ketika volume kendaraan wisata meningkat.

BACA JUGA: Al-Assad Bono: Kiper Spesialis Laga Besar

Di sisi lain, proyek yang dikerjakan DPUPR Kota Batu bukan sekadar perbaikan jalan biasa. Pemerintah juga melakukan pelebaran simpang hingga sekitar 10 meter serta mengganti konstruksi jalan menjadi beton agar lebih kuat menahan beban kendaraan berat.

Dengan pekerjaan yang diperkirakan berlangsung hingga sekitar September, pemerintah mengimbau masyarakat menyesuaikan rute perjalanan dan memperkirakan waktu tempuh lebih awal agar terhindar dari kepadatan lalu lintas di kawasan pusat Kota Batu. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#penutupan jalan #pembongkaran simpang patih #jalur alternatif