Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Dianggap Kualitas Unggul, Perfeksionisme Pelajar Justru Picu Risiko Depresi

S
Studi Ungkap Sisi Negatif Multitasking: Picu Distraksi dan Risiko Kesalahan. (Pexels)
Studi Ungkap tingkat perfeksionisme di kalangan muda terus meningkat stabil selama 28 tahun terakhir. (Pexels)

Advertisement

BATU, RADAR BATU – Tuntutan prestasi akademik memicu peningkatan perfeksionisme di kalangan pelajar. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi memicu stres, kecemasan, hingga penurunan kesejahteraan mental pelajar.

Meningkatnya Standar yang Tinggi

Pelajar kerap menerapkan standar tinggi demi meraih kualitas kinerja dan kesuksesan akademik yang maksimal. Penelitian psikologi bahkan melaporkan tingkat perfeksionisme di kalangan muda terus meningkat stabil selama 28 tahun terakhir. Tekanan lingkungan akademik dan ekspektasi diri memaksa pelajar tetap produktif meski kondisi fisik serta mental menurun.

Dampak Mental

Perfeksionisme memiliki dua sisi yang memengaruhi psikologis pelajar. Orang dengan kekhawatiran perfeksionis tinggi cenderung merasa tidak berdaya dan kurang kendali, yang akhirnya menurunkan kinerja akademik. Tekanan dari ekspektasi diri dan orang lain ini memperburuk kesejahteraan mental mereka.

Advertisement

Studi menunjukkan pelajar perfeksionis mengalami tingkat kelelahan, kecemasan, depresi, hingga kebencian yang lebih tinggi. Hasrat berprestasi yang tidak pernah tercukupi berisiko merusak hubungan dengan diri sendiri. Ahli psikologi Curran menyebutkan, pengejaran standar tinggi ini mengasingkan pelajar dari diri sendiri dan orang lain hingga memicu kesepian.

Pentingnya Pengelolaan Ekspektasi

Pengelolaan ekspektasi menjadi langkah krusial untuk mencegah dampak negatif tersebut. Pelajar harus mulai menetapkan target realistis dan mengenali batas kemampuan diri secara bijak.

Lingkungan pendidikan juga wajib berbenah dengan menciptakan sistem belajar yang menghargai proses, bukan hanya berorientasi pada hasil. Perfeksionisme dapat menjadi pendorong prestasi jika dikelola secara tepat. Melalui pemahaman yang seimbang, pelajar mampu menjaga kualitas akademik tanpa harus mengorbankan kesehatan mental mereka.

Advertisement

Artikel Terkait

Dana PIP Rp 3,3 Miliar Disalurkan untuk 8.283 Siswa Kota Batu, Prioritas Desil 1-4

Dana PIP Rp 3,3 Miliar Disalurkan untuk 8.283 Siswa Kota Batu, Prioritas Desil 1-4

Kota Batu siapkan Rp3,3 miliar dana PIP 2026 untuk 8.283 siswa, utamakan peserta didik keluarga Desil 1–4 DTSEN.

Sering Main TikTok? Ini Dampak Buruk Video Pendek bagi Fokus Belajar Siswa

Sering Main TikTok? Ini Dampak Buruk Video Pendek bagi Fokus Belajar Siswa

Kebiasaan mengonsumsi konten digital berdurasi singkat di media sosial dinilai memengaruhi kemampuan fokus siswa saat belajar.

Ini Alasan Buku Fiksi Bisa Mengasah Empati Siswa

Ini Alasan Buku Fiksi Bisa Mengasah Empati Siswa

Berbeda dengan aktivitas menonton film yang menyajikan visualisasi jadi, fiksi membangun simulasi mental yang lebih kompleks.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer