Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan, komunikasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mempercepat realisasi proyek tersebut. Menurutnya, sport center tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat pembinaan atlet, tetapi juga menjadi penunjang pengembangan sport tourism di Kota Batu.
BACA JUGA: 9.685 Warga Miskin Kota Batu Belum Terlindungi JKN, Pemkot Alihkan Subsidi BPJS dari Warga Mampu
“Kami terus berkoordinasi dengan kementerian terkait. Mudah-mudahan rekomendasinya segera turun sehingga proses berikutnya bisa berjalan,” ujarnya. Heli menjelaskan, Stadion Gelora Brantas sudah berusia hampir setengah abad. Sejak dibangun pada 1979, stadion kebanggaan warga Kota Batu itu belum pernah mengalami renovasi secara menyeluruh.
Karena itu, pemerintah menilai pembaruan fasilitas menjadi kebutuhan mendesak. Tujuannya agar stadion tetap mampu memenuhi standar penyelenggaraan olahraga modern sekaligus menunjang pembinaan atlet daerah. Persiapan revitalisasi sebenarnya telah dimulai sejak beberapa tahun lalu.
BACA JUGA: 4 Rekomendasi Lip Plumper Lokal Terbaik 2026, Bikin Bibir Plumpy Instan!
Pemkot lebih dahulu menyusun Detail Engineering Design (DED) melalui sayembara 2022 lalu sebagai dasar pengembangan kawasan stadion. Saat ini, tahapan yang ditunggu adalah keluarnya rekomendasi dari Kemenpora. Setelah dokumen diterbitkan, usulan pembangunan akan diteruskan ke Kementerian Pekerjaan Umum sebagai dasar pembahasan pendanaan.
“Kalau rekomendasinya sudah keluar, proses selanjutnya akan kami ajukan ke Kementerian PU. Kami berharap ada kabar baik,” kata Heli. Berdasarkan perencanaan awal, revitalisasi diperkirakan membutuhkan anggaran hampir Rp 300 miliar. Pemkot Batu berharap seluruh pembiayaan dapat ditopang melalui APBN.
BACA JUGA: Daftar Negara yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Pria asal Sumberbrantas itu menilai kemampuan fiskal daerah belum memadai untuk membiayai proyek sebesar itu. Konsep yang disiapkan juga tidak sebatas memperbarui lapangan sepak bola. Kawasan Stadion Gelora Brantas akan dikembangkan menjadi sport center terpadu yang dilengkapi fasilitas latihan bagi berbagai cabang olahraga.
Setiap cabang olahraga direncanakan memiliki ruang pembinaan sendiri. Dengan begitu, aktivitas latihan atlet tidak lagi terpencar di sejumlah lokasi. Terkait kapasitas stadion, Heli mengatakan desain yang disiapkan tetap mengacu pada standar nasional. Namun, kapasitas penonton akan disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan