BATU, RADAR BATU - Vandalisme di Kota Batu kian meresahkan. Aksi tersebut telah dibiarkan tanpa penanganan tuntas selama dua tahun terakhir. Coretan grafiti liar kini marak mengotori fasilitas umum di kawasan Alun-Alun hingga puluhan pagar rumah warga.
Salah satu titik terparah terlihat di sepanjang Jalan Hasanuddin, Desa Pesanggrahan. Pagar dan tembok bersih milik warga yang baru dicat kerap menjadi sasaran empuk pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Kondisi ini dikeluhkan warga setempat, Stefani Anggraini. Menurutnya, coretan grafiti liar sangat merusak estetika kota dan berbeda jauh dari karya seni mural yang terencana. “Kalau mural sebenarnya bagus. Tapi kalau ditimpa tulisan grafiti liar, jadinya sangat jelek dan merusak pemandangan,” ujar perempuan yang akrab disapa Fani tersebut.
Ia menambahkan, situasi kian memprihatinkan karena beberapa coretan mulai menjurus pada konten negatif. “Lebih parah lagi, beberapa gambarnya ada yang mengandung unsur SARA, vulgar, dan pornografi. Sangat risih dilihatnya,” imbuhnya kesal.
BACA JUGA: Pembentukan Dispora Kota Batu Ditolak DPRD, Belanja Pegawai Sudah Tembus 36 Persen APBD
Keluhan senada juga datang dari para pelancong. Yusuf Febrian, wisatawan asal Kota Malang, mengaku miris melihat fasilitas publik di pusat keramaian seperti Alun-Alun Kota Batu yang tidak luput dari aksi corat-coret.
“Sedih melihat coretan yang tidak jelas seperti itu. Apalagi Kota Batu ini merupakan kota sentra wisata yang didatangi pengunjung dari berbagai daerah,” kata Yusuf saat sedang bersantai di area Alun-Alun.
Ia berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas demi memberikan efek jera kepada pelaku. Evaluasi pengawasan melalui patroli berkala dan optimalisasi kamera pengawas (CCTV) di titik rawan kini mendesak dilakukan untuk menjaga wajah Kota Wisata Batu tetap bersih. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan