BATU, RADAR BATU - Sepanjang April lalu, tingkat partisipasi pemilik kendaraan komersial dan angkutan di Kota Batu untuk melakukan uji kelayakan (kir) melonjak tajam hingga menyentuh 352 unit. Angka ini seolah menjadi napas buatan setelah partisipasi publik sempat anjlok parah pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan data balai uji, lonjakan di bulan April ini berbanding terbalik dengan kondisi Maret yang hanya mencatatkan 182 kendaraan. Artinya, ada peningkatan nyaris 100 persen atau bertambah 170 unit armada yang masuk ke jalur inspeksi dalam tempo sebulan.
BACA JUGA: Hotel Bentuk Pohon Raksasa di Batu Ini Bikin Pengalaman Menginap Makin Seru
Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Batu Zamzam Rahmawan Luhfani tak menampik bahwa lonjakan ini bukan murni lahir dari kesadaran mandiri. Tekanan di lapangan memegang peran krusial.
“Kami menyisir ketat lewat operasi gabungan. Sosialisasi melalui gerakan ramcek di jalan kami gencarkan secara masif,” ungkap Zamzam. Dari total 352 kendaraan yang diperiksa pada April, mayoritas diklaim laik jalan.
Tercatat 313 unit sukses mengantongi status lulus uji. Sementara itu, 25 armada terpaksa ditolak atau tidak lulus karena masalah teknis dan 14 sisanya mendapat rekomendasi untuk uji keluar daerah.
BACA JUGA: Digelar Pekan Depan, Sidang Tuntutan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diupayakan Cepat-Cepat
Angka kegagalan ini turut melonjak signifikan dibanding bulan Maret yang hanya menindak 9 kendaraan tak laik. Kendati grafik April menghijau, rapor secara akumulatif sebenarnya masih mengkhawatirkan.
Total kendaraan yang menjalani uji kir sepanjang caturwulan pertama baru menyentuh 1.183 unit. Realisasi ini masih terjebak di angka 17 persen dari total target tahunan yang dipatok sebanyak 6.990 kendaraan.
Catatan fluktuatif juga masih mewarnai grafik awal tahun. Tren tertinggi sebenarnya terekam pada Januari dengan 372 unit, lalu melorot ke 273 pada Februari, dan amblas menjadi 182 pada Maret, sebelum akhirnya kembali rebound pada April lalu.
BACA JUGA: Pencinta Daging Wajib Coba, Ini Rekomendasi Olahan Iga Paling Menggoda di Kota Batu
Guna mengejar ketertinggalan dan menyapu bersih armada bodong yang menghindari pajak dan uji kir, UPTD kini bermanuver. Mereka tengah menjajaki integrasi sistem dengan instansi penerbit pelat nomor.
“Kami sedang membangun penguatan basis data dengan Samsat. Ke depan, langkah ini akan ditindaklanjuti untuk mensinkronkan basis data kendaraan bermotor yang wajib uji,” pungkas Zamzam. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan