Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Motor Raib setelah Kencan Buta di Junrejo Kota Batu

Fajar Andre Setiawan • Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:00 WIB
ilustrasi aplikasi telegram. (Pexels)
ilustrasi aplikasi telegram. (Pexels)

 

JUNREJO - Nasib nahas menimpa MRLM, 24, seorang pemuda asal Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Ia menjadi korban komplotan penipu dan harus merelakan sepeda motor Honda Scoopy miliknya raib. Peristiwa tersebut terjadi usai korban menemui kenalan wanitanya dari aplikasi Telegram di Jalan Sarimun, Desa Beji, Kecamatan Junrejo pada 12 Mei lalu. Kejadian itu baru dilaporkan ke Porles Batu kemarin (15/5).

Petaka bermula dari interaksi virtual. Korban intens berkomunikasi dengan seorang wanita yang memakai nama samaran Yura. Keduanya lantas bersepakat untuk bertatap muka di kawasan Punden. Namun, pertemuan tersebut rupanya telah diskenariokan sebagai jebakan. Yura tak datang sendiri. Ia membawa serta seorang pria misterius yang diklaim sebagai kakak kandungnya.

BACA JUGA: Liburan Anti Bosan? Cobain Arung Jeram di Batu Rafting

Bermodalkan bujuk rayu, sang pria meminjam kunci motor korban dengan dalih urusan mendadak. Korban yang tak menaruh curiga menyerahkan kendaraannya begitu saja. Sejurus kemudian, kedua pelaku tancap gas meninggalkan lokasi dan tak pernah kembali.

Pihak kepolisian kini memburu komplotan tersebut. Kasihumas Polres Batu Iptu M. Huda Abdul Rahman memastikan kasus ini merupakan penipuan terencana bermodus perkenalan daring. “Dari hasil penyelidikan, seluruh identitas Yura itu fiktif. Pelaku sengaja memakai profil bodong untuk menjerat korban,” tegas Huda.

BACA JUGA: Gunakan Helikopter ke Cianjur, 4 Pejabat KPU Dilaporkan Koalisi Masyarakat Sipil ke DKPP

Penyelidikan polisi menemui jalan terjal. Rekam jejak digital pelaku telah disapu bersih. Akun Telegram yang digunakan untuk memancing korban langsung dihapus sesaat setelah motor berpindah tangan. “Saat ini kami masih terus mengembangkan penyelidikan. Ini sindikat yang rapi,” imbuh Huda.

Menghadapi jalan buntu pelacakan digital, aparat kini mengandalkan penelusuran manual. Polisi tengah menggali keterangan saksi mata tambahan dan menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute pelarian pelaku. (aff/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#kencan buta #telegram #kota batam #curanmor